Jun 19, 2023 10:02 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 19 Juni 2023

Hari ini, Senin, 19 Juni 2023 bertepatan dengan 30 Dzulqa'dah 1444 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 29 Khordad 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Imam Jawad  as Gugur Syahid

 

Di hari terakhir bulan Dzulqadah tahun 220 Hijriah, Muhamad Taqi bin Ali al-Jawad, imam kesembilan para pengikut Ahlul Bait, gugur sebagai syahid di tangan musuh-musuh Islam.

 

Imam Jawad adalah generasi kedelapan keturunan Rasulullah Saw. Beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 195 Hijriah.

 

Setelah ayahandanya Imam Ali Ridha as gugur di tangan Khalifah Makmun, Imam Jawad as menerima tampuk imamah atau kepemimpinan atas umat Islam. Pada masa imamah Imam Jawad, ilmu-ilmu keislaman tengah berkembang pesat dan faham-faham baru dari dunia luar seperti berbagai aliran filsafat Yunani mulai masuk kepada masyarakat Islam. Sebagai orang yang dikenal memiliki ilmu sangat tinggi, Imam Jawad menjadi pusat kunjungan para ulama dan cendekiawan muslim yang ingin mempelajari ilmu-ilmu keislaman.

 

Imam juga aktif mengadakan berbagai pengajian dan majelis-majelis diskusi dengan para ilmuwan zaman itu. Dalam berbagai kesempatan, Imam juga secara konsisten menunjukkan berbagai kebobrokan pemerintahan represif Bani Abbasiah saat itu. Tindakan-tindakan politik Imam Jawad inilah yang membuat gerah kalangan istana yang saat itu dipimpin oleh Khalifah Mu'tasim.

 

Akhirnya, Mu'tasim mengambil langkah pintas namun keji untuk membungkam gerakan Imam Jawad as dengan cara membunuhnya. Imam Jawad gugur sebagai syahid menyusul jejak langkah ayahanda dan para pendahulunya pada usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun. Berikut ini salah satu hadis yang diriwayatkan dari beliau,

 

"Siapapun yang beramal tanpa pengetahuan, ia pasti tidak akan mampu melakukan perbaikan. Alih-alih melakukan perbaikan, ia malah akan melakukan kerusakan".

 

Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran Dibentuk

 

Tanggal 19 Juni 1951, menyusul disahkannya UU Nasionalisasi minyak Iran, dibentuklah Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran yang terdiri dari para ahli di bidang perminyakan.

 

Setelah dibentuknya dewan ini, Iran melepaskan diri dari segala urusan dengan perusahaan minyak Inggris yang sebelumnya menguasai perminyakan Iran.

 

Pemutusan hubungan ini diikuti dengan keluarnya 450 tenaga kerja asing dari Iran dan sebagai balasan, Inggris melancarkan ancaman militer serta berbagai upaya politik untuk menggagalkan upaya nasionalisasi minyak Iran tersebut. Hari pembentukan Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran hingga kini diperingati rakyat Iran sebagai "hari pemutusan hubungan dengan perusahaan minyak Inggris."

 

DK-PBB Ratifikasi Resolusi 598 Soal Gencatan Senjata Iran-Irak

 

Tanggal 29 Tir 1366 HS, akhirnya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi bernomor 598 tentang segera dihentikan perang Iran-Irak.

 

Resolusi 598 ini berisikan 10 butir yang diratifikasi dengan mufakat oleh 15 anggota DK-PBB. Setelah berdiri selama 40 tahun, resolusi ini termasuk satu dari sedikit resolusi DK-PBB yang disepakati oleh 5 anggota tetap lembaga ini.

 

Rezim Baath Irak langsung mengumumkan bila Iran menerima resolusi itu, maka Irak menerima keseluruhan butir yang ada tanpa syarat. Berbeda dengan resolusi-resolusi sebelumnya, dalam resolusi 598 ini hak-hak bangsa Iran mendapat perhatian yang membuat pemerintah Iran tidak menolak resolusi tersebut. Satu-satunya yang ditekankan terkait resolusi itu adalah penetapan siapa yang bersalah dan pemicu perang.

 

Sikap Iran membuat berang musuh-musuhnya yang akhirnya menyeret mereka untuk terjun langsung dalam medan pertempuran. Amerika mengirim lebih dari 43 kapal perangnya ke Teluk Persia dan negara-negara sekutunya menghadiahi rezim Baath dengan pelbagai senjata. Aksi ini untuk menunjukkan puncak dari persekutuan mereka dengan rezim Baath Irak.

 

Sejak saat itu, permusuhan rezim Baath terhadap bangsa Iran dilakukan secara terbuka dengan dukungan mutlak Barat. Rezim Baath menebar terornya dengan senjata kimia dan hal ini dilakukan bukan hanya terhadap rakyat Iran, tapi juga kepada bangsanya sendiri. Akhirnya, Imam Khomeini ra yang melihat terjadinya pelbagai peristiwa dan memahami ada konspirasi di balik semua ini serta memperhatikan kepentingan Iran, beliau menerima resolusi 598, setahun setelah dikeluarkannya, tepat pada 27 Tir 1367 Hs.