Lintasan Sejarah 4 Juli 2023
Hari ini, Selasa 4 Juli 2023 bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1444 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 13 Tir 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Kelahiran Imam Ali Al-Hadi as
Tanggal 15 Dzulhijjah 212 HQ, Imam Ali an-Naqi as, yang memiliki nama panggilan "Imam Hadi", terlahir ke dunia di kota Madinah.
Beliau adalah keturunan Rasulullah generasi kesepuluh dan putra dari Imam Jawad as, imam kesembilan Muslimin. Setelah Imam Jawad gugur syahid akibat dibunuh oleh penguasa, Imam Hadi menggantikan posisi beliau sebagi pemimpin umat Islam. Saat itu, kekhalifahan Islam tengah berada di tangan Khalifah Mutawakil dari Dinasti Abbasiah.
Mutawakil yang khawatir akan meluasnya pengaruh Imam Hadi di tengah masyarakat, kemudian mengasingkan beliau ke kota Samara, Irak. Meskipun mengalami tekanan yang sangat besar dari penguasa, Imam Hadi terus berusaha menyampaikan risalah Rasululah dan membimbing umat Islam. Beliau mendidik banyak murid yang kelak di antaranya menjadi ulama terkemuka, salah satunya adalah Sayid Abdul Adzhim Hasani.
Salah satu di antara hadis Imam Hadi berbunyi, "Yang lebih baik dari segala kebaikan adalah orang yang melakukan kebaikan itu; yang lebih indah dari perkataan yang bernilai, adalah si penyampai perkataan itu; dan yang lebih tinggi dari ilmu adalah si pembawa ilmu tersebut."
Pengusiran Ulama Syiah dari Irak ke Iran
Tanggal 13 Tir 1302 HS, pemerintah Irak mengusir ulama Irak ke Iran.
Pasca berakhirnya Perang Dunia I dan Inggris telah menguasai seluruh Irak, ulama Najaf mengeluarkan fatwa yang mengutuk kehadiran Inggris di Irak. Mereka juga mengeluarkan hukum dan memrotes pemilu formalitas yang diawasi oleh Inggris. Aksi ini membuat geram para pejabat Inggris. Sebagai reaksinya, pada 13 Tir 1302 Hs, mereka menekan penguasa Irak untuk mengeluarkan perintah pengusiran ulama Irak ke Iran.
Pemerintah Iran waktu itu ketika mendapat informasi mengenai keputusan ini, dengan segera memerintahkan para pejabat pemerintah untuk menyambut dan menerima para ulama yang diasingkan itu dengan baik dan menghormati mereka.
Perintah pengasingan ini direaksi keras oleh ulama Iran dan mereka mulai melakukan aksi-aksi protes di Tehran dan di kota-kota lainnya. Setelah beberapa waktu ulama yang diasingkan itu memasuki kota Qom dan disambut dengan hangat oleh warga dan ulama di sana. Akibatnya, pemerintah Irak mengirimkan utusan khusus ke Tehran dan merundingkan soal kembalinya para ulama ke Iran. Dalam perundingan itu diputuskan bahwa siapa saja yang ingin kembali ke Irak dapat mewujudkan niatnya tanpa ada syarat. Akhirnya para ulama kembali ke Irak secara terhormat.
Filipina Merdeka
Tanggal 4 Juli 1946, kepulauan Filipina mendeklarasikan kemerdekaannya dari AS.
Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Kepulauan Filipina adalah rombongan pelaut Spanyol di bawah pimpinan Ferdinand Magellan pada tahun 1521. Sejak saat itu, Filipina dijadikan kawasan jajahan Spanyol hingga tiga abad kemudian.
Meningkatnya perlawanan rakyat Filipina membuat kekuatan Spanyol semakin melemah. Pada saat yang sama, Spanyol juga kalah perang dari AS, sehingga Spanyol memutuskan untuk menjual Filipina kepada AS seharga 20 juta dolar.
Rakyat Filipina kemudian melanjutkan perjuangan untuk mengusir tentara AS dari tanah air mereka. Akhirnya, pada tahun 1946 bangsa Philipina berhasil meraih kemerdekaannya.
Pada 1962, presiden yang berkuasa saat itu Diosdado Macapagal mengubah perayaan resmi Hari Kemerdekaan dari 4 Juli (hari ketika AS memberikan kemerdekaan Filipina pada 1946) menjadi 12 Juni (tanggal ketika Emilio Aguinaldo memprokalamasikan kemerdekaan dari Spanyol pada 1898). Macapagal mengklaim bahwa waktu keputusan untuk mengubah Hari Kemerdekaan Filipina tidaklah didasarkan kepada sentimen atas AS, melainkan lebih sebagai keputusan hukum tentang waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.