Lintasan Sejarah 22 Juli 2023
Hari ini, Sabtu 22 Juli 2023 bertepatan dengan 4 Muharam 1444 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 31 Tir 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Ubaidillah bin Ziyad Mobilisasi Warga Kufah Lawan Imam Husein as
Tanggal 4 Muharam 61 HQ, Ubaidillah bin Ziyad memobilisasi warga Kufah untuk melawan Imam Husein as.
Di masjid Kufah, Abdullah bin Ziyad berkata kepada warga yang hadir, "Wahai warga Kufah! Kalian telah menguji keturunan Abu Sufyan, dan telah menemukan mereka sebagaimana yang kalian inginkan! Kalian mengenal Yazid yang berakhlak dan berperilaku baik pada para bawahannya. Seluruh pemberian-pemberiannya berada pada tempatnya yang tepat. Demikian juga dengan ayahnya. Kini Yazid memerintahkanku untuk membagi-bagikan uang kepada kalian dan mengirimkan kalian untuk melawan musuhnya, Husein."
Setelah itu, ia memerintahkan untuk mengumumkan kepada seluruh warga dan mempersiapkan rakyat untuk bergerak menuju medan laga.
Syimr bin Dzil Jausyan bersama empat ribu pasukan; Yazid bin Rakab, dua ribu, Husain bin Namir, empat ribu; Mazhayir bin Rahinah, tiga ribu, dan Nashr bin Harsyah dengan dua ribu pasukan. Keseluruhannya menyatakan diri siap berperang melawan Imam Husain as.
Ayatullah Mulla Ali Hamedani Wafat
Tanggal 31 Tir 1357 HS, Ayatullah Mulla Ali Hamedani meninggal dunia.
Ayatullah Akhond Mulla Ali Masoumi Hamedani lahir pada 12 Rabiul Awal 1312 HQ di kota Sarderoud, Iran. Beliau besar di bawah didikan ayahnya yang seorang petani. Ketika ayahnya mengetahui kecerdasan anaknya, ia menyerahkannya kepada ulama di daerahnya, Akhond Mulla Mohammad Taqi Sabeti. Di tangan beliau, Mulla Ali Masoumi belajar membaca dan menulis dan setelah itu pada tahun 1330 HQ, beliau pergi ke kota Hamedan.
Di Hamedan Mulla Ali Masoumi belajar di hauzah ilmiah selama 5 tahun dan belajar kepada Ayatullah Haj Mirza Abdorrazaq, Ayatullah Haj Ali Damghani dan Ayatullah Haj Sheikh Emad ad-Din Ali Gonbadi. Pada tahun 1335 HQ beliau pergi ke Tehran dan belajar kepada guru-guru besar Tehran.
Pada tahun 1340 HQ, ketika Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi mendirikan hauzah ilmiah Qom, Akhond Mulla Ali Masoumi ikut pergi ke kota Qom untuk melanjutkan pendidikannya. Beliau pada tahun 1350 HQ atas perintah Ayatullah Hairi Yazdi kembali ke kota Hamedan untuk mengurusi masalah keagamaan di kota ini. Beliau menjadi pengurus hauzah ilmiah Hamedan dan bagian barat Iran hingga meninggal dunia.
PBB Sahkan Kemerdekaan Kosovo
Tanggal 22 Juli 2010, Kosovo meraih sebuah kemenangan gemilang di arena internasional, setelah Mahkamah Internasional, pengadilan tingkat tertinggi di PBB menetapkan bahwa deklarasi kemerdekaannya pada 2008 dari Serbia adalah absah.
Keputusan yang sifatnya tidak mengikat itu, ditetapkan melalui pemungutan suara 10-4 di antara anggota majelis hakim. Hal ini memungkinkan Kosovo memperbarui permohonan banding ke tahap berikutnya untuk mendapatkan pengakuan internasional.
Negara kecil Balkan itu sejauh ini telah diakui 69 negara, termasuk Amerika Serikat dan hampir semua negara anggota Uni Eropa. Untuk menjadi negara yang diakui secara sah di PBB, Kosovo membutuhkan pengakuan dari minimal 100 negara.
Keputusan Mahkamah Tinggi PBB itu, dibacakan oleh presidennya, Hisashi Owada. Bunyinya menyatakan bahwa hukum internasional tidak mengatur adanya "pelarangan deklarasi kemerdekaan" dan karena itu proklamasi Kosovo "tidak melanggar hukum internasional apa pun."
"Ini adalah hari yang luar biasa bagi Kosovo, dan pesan saya untuk pemerintah Serbia adalah "datang dan bicaralah dengan kami,'" kata Menteri Luar Negeri Kosovo, Skender Hyseni.
Kosovo memicu perdebatan internasional yang sengit, saat memisahkan diri dari Serbia pada 2008, setelah perang berdarah pada 1998-99 dengan Serbia dan hampir satu dekade berada di bawah pemerintahan internasional