Lintasan Sejarah 11 Agustus 2023
Hari ini, Jumat, 11 Agustus 2023 bertepatan dengan 24 Muharam 1444 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 20 Mordad 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Mulla Muhammad Taqi Istarabadi Wafat
Tanggal 24 Muharam 1272 HQ, Mulla Muhammad Taqi Istarabadi meninggal dunia.
Mulla Muhyammad Taqi bin Muhammad Ismail merupakan seorang ulama besar Syiah.
Mulla Muhammad Taqi Istarabadi mendapat ijazah ijtihad dari Muhammad Taqi bin Muhammad Rahim Tehrani Isfahani yang dikenal sengan Shahib Hidayah al-Mustarsyidin. Beliau juga sempat belajar kepada guru-guru besar di Najaf al-Asyraf, Irak selama 14 tahun.
Mulla Taqi Istarabadi ke Tehran pada 1271 HQ dengan tujuan menemui Naseruddin Shah untuk memberikan laporan terkait kerusuhan yang terjadi di perbatasan Istarabadi, tapi sebelum kembali, beliau meninggal pada 24 Muharam 1272 di Tehran.
Chad Merdeka
Tanggal 11 Agustus 1960, rakyat Chad berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Chad.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Perancis menyerang Chad dan dalam tiga tahun, mereka berhasil menguasai Chad dan kawasan ini menjadi jajahan Perancis.
Pada tahun 1958, Perancis memberi status otonomi kepada Chad dan dua tahun kemudian, Chad secara penuh merdeka dan memiliki pemerintahan berbentuk republik. Chad memiliki luas wialayah 1.284.000 kilometer persegi, terletak di bagian tengah Afrika, dan berbatasan dengan Lybia, Kamerun. Sudan, Afrika Tengah, Nigeria, dan Niger.
Syahid Rajai Terpilih Sebagai Perdana Menteri
Tanggal 20 Mordad 1359 HS, Syahid Rajai terpilih sebagai Perdana Menteri Iran.
Pasca terpilihnya Abolhassan Bani Sadr sebagai Presiden Republik Islam Iran dan kandidat yang diperkenalkannya kepada parlemen tidak lulus uji kelayakan, terjadi perselisihan antara parlemen dan Bani Sadr. Akhirnya disepakati dari lima orang anggota parlemen seorang dipilih sebagai perdana menteri. Setelah melewati pembahasan maraton dan dihapusnya dua orang dari lima orang, maka dari tiga orang yang tersisa memilih Syahid Rajai sebagai perdana menteri.
Dalam sidang parlemen, Syahid Rajai meraih 153 suara mosi kepercayaan dari anggota parlemen. Saat diambil sumpahnya, Syahid Rajai memperkenalkan dirinya dengan tiga pernyataan penting; saya pengikut Imam Khomeini, anak parlemen dan saudara presiden.
Pada awalnya Bani Sadr menolak terpilihnya Syahid Rajai, tapi ketika ia merasa tidak akan berhasil melawan parlemen, akhirnya ia menerima usulan ini. Tapi di setiap kesempatan, ia berusaha melemahkan pribadi Syahid Rajai di depan opini publik. Bani Sadr bahkan tidak segan-segan memakai ungkapan dan sebutan yang jelek dan tidak dapat diterima.
Syahid Rajai berusaha sabar menghadapi serangan dari Bani Sadr. Karena ia tahu posisi yang dipegangnya sangat penting dan di waktu-waktu yang tepat, ia menjawab pernyataan-pernyataan Bani Sadr. Sikap Bani Sadr ini akhirnya sampai pada satu titik, dimana parlemen mengimpeachmentnya dan setelah itu Imam Khomeini memberhentikannya dari jabatannya sebagai presiden Iran.