Sep 18, 2023 10:48 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 18 September 2023

Hari ini, Senin, 18 September 2023 bertepatan dengan 2 Rabiul Awal 1445 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 27 Shahrivar 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Ibnu Atsir Jazairi Meninggal

Tanggal 2 Rabiul Awal 630 HQ, Ibnu Atsir Jazairi yang dijuluki Izzuddin, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis besar dunia Islam, meninggal dunia di kota Mosul, Irak.

Ibnu Atsir Jazairi dilahirkan tahun 555 HQ di Irak dan melewati umurnya di Mosul, Baghdad, dan Damaskus. Sejak usia muda, Ibnu Atsir menuntut ilmu di berbagai bidang agama dari ulama-ulama terkemuka saat itu, di antaranya Khatib Thusi. 

Karya Ibnu Atsir yang paling terkenal adalah al-Kamil fi at-Tarikh. Di dalamnya dia mencatat kejadian-kejadian penting di dunia hingga tahun 627 Hijriah. Karya Ibnu Atsir lainnya berjudul Usdul Ghabah Fi Ma'rifah as-Shahabah yang terdiri dari tujuh jilid biografi 750 sahabat Rasulullah Saw.

 

Sekjen PBB Dag Hammarskjold Tewas

Tanggal 18 September 1961, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dag Hammarskjold, tewas dalam kecelakaan pesawat di kota Ndola, Rhodesia Utara.

Hammarskjold saat itu tengah berupaya mengatasi konflik bersenjata.  Kunjungannya ke Ndola saat itu dalam rangka menghadiri suatu perundingan damai, setelah terjadi pertempuran antara pasukan perdamaian PBB dan pasukan Katanga, wilayah di Kongo yang ingin memerdekakan diri.

Dag Hammarskjöld lahir 29 Juli 1905 di Swedia. Ayahnya pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Swedia (1914-1917). Dia belajar di Universitas Uppsala dan lulus dengan gelar master di bidang ekonomi politik dan sarjana di bidang hukum. Kemudian, dia pindah ke Stockholm.

Usai menyelesaikan studi doktoralnya, Hammarskjöld sukses meniti karier di Swedia. Dia pernah menjadi Gubernur Riksbank (bank sentral Swedia) dan Sekretaris Negara untuk urusan luar negeri.

Hammarskjöld diangkat sebagai Sekjen PBB yang kedua sejak April 1953. Selama menjabat, dia sangat berperan aktif untuk menyelesaikan konflik-konflik yang sedang berlangsung. Komitmennya ini mendapat penghargaan yang baik dari banyak negara.

Hammarskjöld dinobatkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian tahun 1961 setelah kematiannya yang tragis.

 

Pesan Imam Khomeini ra Menyusul Gempa Bumi Tabas

Tanggal 27 Shahrivar 1357 HS, Imam Khomeini ra mengirim pesan menyusul gempa bumi Tabas.

Pasca terjadinya gempa bumi besar di kota Tabas pada 25 Shahrivar 1357 HS, rezim Pahlevi berusaha meraih simpati rakyat Iran dengan mengumumkan hari berkabung nasional. Melihat upaya rezim Pahlevi, Imam Khomeini ra dari Najaf, Irak mengeluarkan pesan belasungkawa pada 27 Shahrivar 1357 HS dan menyampaikan solidaritasnya dengan keluarga korban gempa, sekaligus mengungkap niat buruk rezim Shah.

Sekaitan dengan pernyataan berkabung nasional yang disampaikan oleh rezim Pahlevi, Imam Khomeini ra mengatakan, "Mereka yang membantai ribuan orang terbaik dari putra-putri kita (pada 17 Shahrivar 1357) secara bengis, kini berusaha untuk menyimpangkan opini umum dengan mengucapkan belasungkawa. Mereka menitikkan air mata buaya."

Dalam pesannya, Imam Khomeini ra meminta seluruh umat Islam untuk langsung memberikan bantuan kepada korban gempa.