Lintasan Sejarah 19 September 2023
Hari ini, Selasa, 19 September 2023 bertepatan dengan 3 Rabiul Awal 1445 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 29 Shahrivar 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Pasukan Yazid Serang Mekah dan Nistakan Masjidul Haram
Tanggal 3 Rabiul Awal 64 HQ, pasukan Yazid menyerang Mekah dan menistakan Masjidul Haram.
Yazid bin Muawiyah memerintah selama tiga tahunan. Pada tahun pertama kekuasaannya, ia memerintah pasukannya membunuh cucu Rasulullah Saw, Imam Husein as di Karbala dan melakukan kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Islam.
Pada tahun kedua, ia melakukan kejahatan kedua di Madinah dan pasukannya melakukan pembantaian di sana, sehingga kota suci Madinah penuh dengan mayat umat Islam.
Di akhir kekuasaannya, Yazid bin Muawiyah dengan niat hendak menumpas gerakan Abdullah bin Zubair, ia mengirim pasukannya pada 3 Rabiul Awal 64 Hq di bawah komando Hashin bin Numair ke kota Mekah. Dalam serangan ini, mereka mengepung Masjidul Haram dan menyerang Ka'bah dengan katapel raksasa. Serangan ini terus berlanjut, sehingga Hashin dikabari bahwa Yazid telah meninggal dunia.
Ayatullah Mohammad Ibrahim Arafi Wafat
Tanggal 28 Shahrivar 1371 HS, Ayatullah Mohammad Ibrahim Arafi meninggal dunia dalam usia 82 tahun.
Ayatullah Sheikh Mohammad Ibrahim Arafi lahir di dekat kota Mibad, Yazd pada 1289 Hs dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan awal dan menengah hauzah ilmiah di kota kelahirannya dan di kota Mashad, beliau kemudian pergi ke kota Qom untuk belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi.
Setelah mencapai tingkat keilmuan yang tinggi sebagai hasil belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, Sayid Hossein Boroujerdi, Sayid Abolhassan Isfahani, Sayid Abdulhadi Shirazi, Sayid Muhsin al-Hakim dan Imam Khomeini ra. Dari mereka beliau mendapat ijazah ijtihad dan riwayat hadis.
Setelah meninggalnya Ayatullah al-Hakim, secara resmi beliau memperkenalkan Imam Khomeini ra sebagai satu-satunya marji taklid. Bersamaan dengan dimulainya Revolusi Islam Iran, Ayatullah Ibrahim Arafi bersama Ayatullah Sheikh Mohammad Sadouqi dan Sayid Rohoullah Khatami menjadi pemimpin perjuangan rakyat Yazd. Ulama yang sekaligus mujahid ini mengikuti aksi-aksi demo rakyat dan menjadi tempat berlindung para pejuang.
Beliau juga ikut aktif berjuang melawan para aristokrat peninggalan lama dan membangung hauzah ilmiah Mibad untuk membendung pengaruh Bahai. Ayatullah Ibrahim Arafi ikut ambil bagian dalam aksi-aksi sosial seperti pembangunan masjid, tempat penampungan air, penggalian irigasi, mengajar dan menuntun agama masyarakat.
Tentara AS Menyerbu Haiti
Tanggal 19 September 1994, 20 ribu tentara AS menyerbu Haiti, sebuah negara kecil di Laut Karibia, dari laut dan udara dan kemudian menduduki negara tersebut. Alasan Washington dalam serangannya tersebut adalah untuk mengembalikan Jean Bertrand Aristide, mantan presiden Haiti, ke kursi kepresidenan.
Sebelumnya, pada tahun 1991, Jenderal Raol Cedras melakukan kudeta terhadap Aristide yang delapan bulan sebelumnya terpilih sebagai presiden Haiti. Namun, atas desakan internasional, terutama Amerika, para pelaku kudeta bersedia menyerahkan kembali kekuasaan keapda Aristide.
Di luar kesepakatan, tiba-tiba AS menyerang Haiti dan tetap tinggal di negara itu dengan kedok sebagai pasukan penjaga perdamaian. Tindakan AS ini merupakan bukti lain dari pelanggaran undang-undang internasional yang berkali-kali dilakukan oleh negara ini.