Sep 18, 2017 06:44 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 18 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Marwan Himar Wafat dan Punahnya Bani Umayah

 

1306 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzuhijjah 132 HQ, Marwan Himar meninggal dunia dan punahnya Bani Umayah.

 

Pada awalnya ajakan Bani Abbasiah bangkit melawan Bani Umayah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Demi meraih dukungan Muslimin, mereka berjanji bila berhasil menang dan menghancurkan Bani Umaya, mereka akan memilih satu dari keturunan Nabi Muhammad Saw sebagai khalifah.

 

Janji yang disampaikan Bani Abbasiah itu membuat masyarakat mendukungnya karena kecintaan kepada Ahli Bait. Mereka akhirnya membantu Abu Muslimin Khurasani bangkit menentang Bani Umayah dan perjuangan Bani Abbasiah menjadi lebih serius dan luas. Akhirnya terjadi perang antara Abdullah bin Ali, paman Saffah dan Marwan Himar, khalifah terakhir Bani Umayah.

 

Dalam perang itu Marwan Himar terbunuh pada 27 Dzulhijjah 132 HQ dan dengan demikian berakhirlah pemerintahan tidak sah Bani Umayah. Setelah itu yang berkuasa atas Muslimin berasal dari silsilah keluarga lain, Bani Abbasiah yang tidak kalah zalimnya dari Bani Umayah.

 

Bani Abbasiah berkuasa selama lebih dari 5 abad.

 

Sekjen PBB Dag Hammarskjold Tewas

 

56 tahun yang lalu, tanggal 18 September 1961, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dag Hammarskjold, tewas dalam kecelakaan pesawat di kota Ndola, Rhodesia Utara.

 

Hammarskjold saat itu tengah berupaya mengatasi konflik bersenjata.  Kunjungannya ke Ndola saat itu dalam rangka menghadiri suatu perundingan damai, setelah terjadi pertempuran antara pasukan perdamaian PBB dan pasukan Katanga, wilayah di Kongo yang ingin memerdekakan diri.

 

Hammarskjold diangkat sebagai Sekjen PBB yang kedua sejak April 1953. Selama menjabat, dia sangat berperan aktif untuk menyelesaikan konflik-konflik yang sedang berlangsung. Komitmennya ini mendapat penghargaan yang baik dari banyak negara.

 

Hammarskjold dinobatkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian tahun 1961 setelah kematiannya yang tragis.

 

Pesan Imam Khomeini ra Menyusul Gempa Bumi Tabas

 

39 tahun yang lalu, tanggal 27 Shahrivar 1357 HS, Imam Khomeini ra mengirim pesan menyusul gempa bumi Tabas.

 

Pasca terjadinya gempa bumi besar di kota Tabas pada 25 Shahrivar 1357 HS, rezim Pahlevi berusaha meraih simpati rakyat Iran dengan mengumumkan hari berkabung nasional. Melihat upaya rezim Pahlevi, Imam Khomeini ra dari Najaf, Irak mengeluarkan pesan belasungkawa pada 27 Shahrivar 1357 HS dan menyampaikan solidaritasnya dengan keluarga korban gempa, sekaligus mengungkap niat buruk rezim Shah.

 

Sekaitan dengan pernyataan berkabung nasional yang disampaikan oleh rezim Pahlevi, Imam Khomeini ra mengatakan, "Mereka yang membantai ribuan orang terbaik dari putra-putri kita (pada 17 Shahrivar 1357) secara bengis, kini berusaha untuk menyimpangkan opini umum dengan mengucapkan belasungkawa. Mereka menitikkan air mata buaya."

 

Dalam pesannya, Imam Khomeini ra meminta seluruh umat Islam untuk langsung memberikan bantuan kepada korban gempa.