Jul 17, 2018 12:10 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 17 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Munir Terlahir

819 tahun yang lalu, tanggal 3 Dzulqadah 620 Hijriah, Ibnu Munir, seorang ahli fiqih dan tafsir dari Mesir terlahir di Iskandaria.

Ibnu Munir belajar ilmu-ilmu dasar dari ayahnya sendiri sebelum kemudian menimba dan menekuni ilmu agama dalam berbagai bidangnya, termasuk fikih, ulumul Quran, dan sastera Arab dari guru-guru kesohor pada zamannya.

Dalam hidupnya, Ibnu Munir memegang berbagai jabatan, termasuk sebagai Qadhi. Dia wafat di Iskandaria pada usia ke 63 dan dimakamkan di area sebuah masjid yang belakangan tenar dengan nama Masjid Jami' Al-Munir.

Ulama ini meninggal berbagai karya tulis di bidang tafsir aAl-Quran dan beberapa bidang ilmu keislaman lainnya. Sebagian dari karyanya berkali-kali dicetak ulang di Kairo, ibu kota Mesir.

Sejarah

Khan Muhammad Daud Melakukan Kudeta

45 tahun yang lalu, tanggal 17 Juli 1973, Panglima Khan Muhammad Daud dari Afganistan melancarkan kudeta terhadap terhadap Raja Muhammad Zahir, dengan dukungan dari Uni Soviet.

Khan Muhammad Daud kemudian membubarkan sistem kerajaan di Afganistan dan mendirikan negara republik. Dua tahun kemudian, Khan Muhammad Daud mengangkat dirinya sebagai Presiden Afganistan dan melakukan berbagai tindakan represif terhadap rakyat negara itu yang mengadakan perlawanan terhadap dirinya.

Pada masa pemerintahannya, pengaruh Soviet semakin menguat di Afganistan. Namun, tiga tahun kemudian, justru Soviet pula yang mendalangi kudeta terhadap Khan Muhammad Daud melalui tangan Nur Muhammad Turki.

Khan Muhammad Daud

Perancis Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

31 tahun yang lalu, tanggal 26 Tir 1366 HS, Perancis putuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Pemerintah Perancis sejak awal perang 8 tahun Iran-Irak memberikan dukungan penuh kepada Irak dan semasa perang, dukungan ini semakin meluas. Perancis memberikan senjata-senjata modern seperti pesawat tempur Super Etendard dan helikopter Super Frelon yang dipersenjatai dengan rudal Exocet kepada Irak yang membuat Irak menjadi kuat, sehingga mampu menyerang kapal-kapal Iran.

Antara tahun 1364-1365, Perancis memberikan bantuan utang sebesar 5 miliar dolar kepada Baghdad dan dengan demikian Perancis menjadi partner Eropa terbesar bagi Irak. Bersamaan dengan bantuan ini, Paris berusaha untuk tidak membayar utangnya sebesar 1 miliar dolar kepada Iran.

Kebijakan tidak bersahabat Perancis di masa perang 8 tahun terhadap Iran terus berlanjut, sehingga akhirnya pada 26 Tir 1366, secara sepihak Paris memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran.

Republik Islam Iran dan Perancis