Okt 21, 2018 18:20 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei saat bertemu dengan Ilmuwan muda Iran
    Ayatullah Khamenei saat bertemu dengan Ilmuwan muda Iran

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei senantiasa menekankan poin bahwa elemen mendasar untuk membandingkan tingkat independensi dan kekuatan setiap negara adalah kemampuan sains negara tersebut.

Salah satu pertemuan menarik Rahbar adalah pertemuan beliau dengan ratusan cendikiawan dan ilmuwan muda Iran. Minat menghadiri pertemuan ini datangnya dari dua sisi dan antusiasme Rahbar untuk hadir di pertemuan ini kian menambah daya tarik pertemuan itu sendiri.

 

Rahbar menyebut pertemuan dengan cendikiawan dan ilmuwan muda sangat menyenangkan dan menambah optimisme. "Meskipun Saya tidak secara langsung hadir di tengah-tengah kalian, Saya tetap senang. Karena Saya memahami keberadaan kalian, upaya kalian, gerakan besar yang tengah berlangsung di negara ini untuk mendidik para cendikiawan. Namun pertemuan langsung dengan kalian pastinya kian menambah kegembiraan kami," tegas Rahbar.

 

Rahbar senantiasa menekankan poin bahwa elemen mendasar untuk membandingkan tingkat independensi dan kekuatan setiap negara adalah kemampuan sains negara tersebut. Oleh karena itu, Iran pasca kemenangan Revolusi Islam dan khususnya dua dekadel alu telah mulai proses untuk meraih sains dan teknologi modern.

Rahbar Ayatullah Khamenei

 

Dalam hal ini, Iran serius menanam investasi di teknologi strategis seperti sel punca, energi baru, teknologi lingkungan, mikro elektronik, luar angkasa, nanoteknologi, kedokteran Iran, obat herbal dan berbagai teknologi modern lainnya. Upaya ini pada akhirnya membuahkan hasil dan membawa Iran di antara negara-negara berteknologi maju. Kini nama Iran berada di deretan negara-negara maju dunia di bidang ilmu dan teknologi strategis.

 

Ayatullah Khamenei di pertemuan ini mengingatkan, pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan pada cendikiawan dengan benar dan tepat akan mendorong kemajuan ilmu dan pengetahuan nasional dan pada akhirnya akan membuat negara kian terhormat, kuat serta mampu meredam kerusakan.

 

Berbeda dengan gambaran keliru dan negatif serta mengecewakan yang ditebar musuh untuk menyesatkan opini publik dunia dan Iran, kini keberadaan puluhan ribu cendikiawan dan ilmuwan merupakan indikasi gambaran nyata Iran serta sumber kepuasan dan optimisme.

 

Seraya mengisyaratkan peran dan pengaruh cendikiawan dan ilmuwan muda dalam memprogam masa depan dengan benar, Rahbar menekankan, dengan ijin Allah Swt, gambaran sejati Iran menjadi titik lawan dari ilustrasi kubu arogan dunia. Selain itu, dengan memanfaatkan para cendikawan muda pastinya koridor program untuk menyelesaikan isu-isu negara akan naik dan pandangan mereka harus dimanfaatkan.

 

Revolusi Islam dengan bertumpu pada ajaran agama dan pengetahuan dari satu sisi dan tuntutan independensi serta kepercayaan diri dari sisi lain, adalah hal yang tidak pernah terpisahkan dari cita-citanya. Asumsi akan pengetahuan dan dari sisi lain kebutuhan akan ilmu dan pengetahuan untuk mencapai independensi telah membuka peluang bagi nilai, sosial dan budaya guna meraih pengetahuan serta menetapkan budaya keilmuan di tengah masyarakat Iran.

Rahbar di berbagai pertemuannya senantiasa mengingatkan poin ini bahwa dewasa ini giliran dunia Islam memanfaatkan ilmu dan sarana global serta rasionalitas untuk bergerak membentuk peradaban baru Islam. Dalam hal ini, jika kapasitas yang ada di masyarakat bergabung dengan ajaran sejati Islam, maka umat Islam akan mampu menunjukkan kreativitas dan kemahirannya di sektor keilmuan dan teknologi serta sektor sosial.

 

Rahbar menilai salah satu pengaruh cendikiawan nasional adalah perannya merobek batas-batas global ilmu dan menambahkan, "Dewasa ini pengetahuan di tingkat umat manusia –bukan di tingkat negara- berada dalam koridor yang jelas. Kita dapat memainkan peran dalam mematahkan batasan dan terus maju. Dalam hal ini saham kita selama beberapa abad terakhir sangat kecil...Kita harus mengeksplorasi batasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan....Saya sangat menghormati para cendikiawan karena mengingat poin ini. Cendikiawan kita dapat memberi pengaruh baik di kehidupan, program kerja, kemajuan negara dan kemajuan umat manusia."

 

Selama beberapa tahuan lalu, kubu arogan dunia khsususnya Amerika Serikat berusaha mencegah kemajuan dan laju sains dan pengetahuan di Iran. Mereka memanfaatkan beragam sarana represi termasuk sanksi sains dan teknologi terhadap Iran sehingga Tehran terkucil dan bergantung pada mereka. Rahbar menyebut kekuatan dan kemampuan sebagai faktor yang mengalahkan rencana busuk ini dan mengatakan, "Jika dari sisi keilmuan kita maju, ancaman permusuhan peradaban, politik dan ekonomi kita tidak akan permanen dan pasti akan turun." Rahbar menambahkan, "Salah satu program musuh adalah menghancurkan cita-cita dan merusak identitas. Semua pihak harus mewaspadai poin ini."

 

Sikap waspada para cendikiawan dan tidak lalai dari tanggung jawabnya terhadap rakyat dan isu-isu penting negara merupakan rekomendasi Rahbar kepada para ilmuwan muda. Wajar jika gerakan ke arah kemajuan dan meraih kemampuan lebih besar adalah sulit, namun mengingat keberadaan pemuda yang penuh potensi dan pertumbuhan besar cendikiawan di antara pemuda, maka koridor sains dan teknologi dapat diperluas.

 

Ayatullah Khamenei menyebut sumber daya manusia yang mumpuni dan cendikiawan yang terus maju sebagai kekayaan besar. "Dewasa ini telah terbukti di dunia bahwa tidak ada yang lebih berpengaruh pada kemajuan sebuah bangsa seperti sumber daya manusia. Ini sudah sangat jelas. Jika ada sumber daya manusia yang baik, maka sebuah negara akan maju. Tapi jika tidak negara tidak akan pernah maju....."papar Rahbar.

 

Rahbar menambahkan, "...Oleh karena itu, sumber daya manusia adalah kekayaan besar bagi sebuah negara, termasuk negara kita (Iran). Sekarang jelas ini adalah sebuah kekayaan dan harta karus, sama seperti kekayaan lainnya yang dapat dirampas dan musuh berencana merampok kekayaan ini..."

 

Kubu arogan global ingin menarik keluar kekayaan ini dari Iran, selain mereka ingin memanfaatkannya untuk diri sendiri, juga dalam koridor monopoli sains dan teknologi. Rahbar menilai teror dan pembunuhan ilmuwan sebagai salah satu metode kubu arogan untuk menghilangkan kekayaan dari sebuah negara.

Rahbar bersama cendikiwan muda Iran

 

Seraya mengisyaratkan teror ilmuwan nuklir Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Selain teror, penghapusan budaya atau menyibukkan para ilmuwan dan cendikiwan dengan hal-hal lain, termasuk metode kubu arogan untuk merampas kekayaan besar ini. Oleh karena itu, aparat pemerintah dan para cendikiawan harus hati-hati dan waspada.

 

Ayatullah Khamenei menyebut solusi untuk melawan makar kekuatan arogan dunia terhadap ilmuwan negara ini adalah memperkokoh identitas nasional dan idealisme di tengah para cendikiawan. "Metode untuk mencegah tipu daya dan godaan musuh cendikiawan nasional adalah memperkokoh identitas nasional dan idealisme di tengah para ilmuwan. Identitas nasional harus diperkuat di tengah ilmuwan, mereka harus merasa sebagai warga Iran Islami, mereka harus bangga dengan identitas ini, hal ini harus diperkuat di antara mereka. Mereka harus bangga sebagai penerus sejarah mulia," ungkap Rahbar.

 

Selain mengalami kemajuan besar di bidang sains dan teknologi, kini Iran tengah meniti jalan ke arah inovasi dan sains yang bertumpu pada ekonomi. Saat ini, lembaga terkemuka sains dunia menilai laju pertumbuhan Iran di bidang sains dan teknologi selama 29 tahun terakhir sangat pesat.

 

Scimago Journal & Country Rank dalam sebuah laporan dan analisanya dengan tema "Apa kondisi produksi Pengetahuan di dunia tahun 2018" dan dengan memanfaatkan data yang diterima dari Scopus menempatkan Iran di antara empat negara peringkat unggul dunia.

 

Rahbar dalam sebuah kesimpulannya merekomendasikan agenda kerja bagi cendikiawan muda Iran dan mendorong upaya keilmuwan mereka dicapai di bawah bendera keadilan, memecah monopoli, anti kezaliman, senantiasa melakukan inovasi, selalu melakukan interaksi ilmiah dengan negara lain demi kemajuan dan memanfaatkan perusahaan berdasarkan ilmu pengetahuan.

 

Di akhir pidatonya Rahbar mengatakan, "Fluktuasi valuta asing dan kesulitan hidup tidak dapat dihindari, namun secara keseluruhan, gambaran sejati Iran berbeda dengan apa yang disampaikan musuh Iran yang buta."