Lintasan Sejarah 13 April 2019
Hari ini, Sabtu 13 April 2019 bertepatan dengan 7 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Mulla Sadra Lahir
Tanggal 24 Farvardin yang bertetapan dengan tanggal 9 Jumadil Awal 980 HQ, Mohammad Ibrahim Qivami Shirazi atau yang lebih dikenal dengan Mulla Sadra atau Sadr al-Mutaallihin terlahir ke dunia.
Di masa mudanya, Mulla Sadra mengenal Sheikh Baha'i yang memberikan fondasi keilmuan dan akhlaknya dan penyempurnaannya di tangan gurunya yang lain Mirdamad. Mulla Sadra memiliki banyak muridnya di antaranya Mulla Hadi Sabzavari dan Mulla Mohsen Feiz Kashani.
Mulla Sadra dikenal sebagai filsuf yang hidupnya berpindah-pindah. Pemikirannya dianggap melawan arus pemikiran yang ada. Hal ini membuat ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Akhirnya Mulla Sadra memilih menyepi di sebuah desa kecil bernama Kahak, sebuah desa di Qom.
Setelah kembali ke kota Shiraz, Mulla Sadra mulai dikenal dan banyak penuntut ilmu filsafat mulai mengelilinginya untuk mendapat semburan cahaya makrifatnya. Mulla Sadra dalam kata pengantar bukunya Asfar Arba'ah menulis, secara perlahan-lahan aku belajar dan seperti air terjun aku tiba. Aku bak laut penuh gelombang dihadapan para pencari ilmu.
Mulla Sadra menulis banyak karya ilmiah. Selama hidupnya Mulla Sadra telah melakukan ibadah haji dengan jalan kaki selama 7 kali dan pada perjalanan yang ketujuh ia meninggal dunia di Basrah.
Pembunuhan Massal di Amritsar, India
100 tahun yang lalu, tanggal 13 April tahun 1919, terjadilah pembunuhan massal di sebuah lapangan yang bernama Jallianwala Bagh di kota Amritsar, India.
Pada hari itu, sekitar 10.000 rakyat India yang terdiri laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersenjata, berkumpul di lapangan tersebut untuk memprotes undang-undang subversif yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Inggris.
Berdasarkan undang-undang ini, polisi berhak untuk menangkap dan menahan siapa saja yang dianggapnya mencurigakan. Atas perintah seorang komandan pasukan Inggris bernama Dyer, para peserta demonstrasi damai itu dihujani tembakan dengan tanpa diberi peringatan terlebih dahulu. Akibatnya, sekitar 1200 orang tewas dan 4000 lainnya luka-luka. Tentara Inggris bahkan tidak mengizinkan diberikannya pengobatan dan air minum kepada para korban yang luka-luka dalam kejadian itu.
Setelah pembunuhan massal ini, perjuangan rakyat India melawan penjajahan Inggris menjadi semakin kuat sampai akhirnya merdeka di tahun 1947.
Perang Saudara di Lebanon Dimulai
44 tahun yang lalu, tanggal 13 April tahun 1975, perang saudara di Lebanon meletus dengan adanya serangan kelompok ekstrim Kristen Phalangist terhadap sebuah bis yang mengangkut warga Palestina dan menewaskan 30 orang di antaranya. Akibat serangan ini, kaum Muslim dan Nasionalis Lebanon bangkit melawan kelompok Phalangist.
Beberapa waktu kemudian, menyusul serangan yang dilakukan kelompok ini terhadap kamp pengungsian Palestina di Libanon, warga Palestina pun ikut terjun dalam perang tersebut. Perang saudara ini sesungguhnya diprovokasi oleh rezim Zionis dengan tujuan agar kaum muslim Lebanon dan warga Palestina teralihkan perhatiannya dari rezim Zionis. Perang saudara di Lebanon berakhir tahun 1999 dengan ditandatanganinya perjanjian Thaif oleh pihak-pihak yang berseteru.