Apr 16, 2019 05:22 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 16 April 2019

Hari ini, Selasa 16 April 2019 bertepatan dengan 10 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

 

Imad Isfahani, Sastrawan Abad Ke-5 Meninggal Dunia

 

921 tahun yang lalu, tanggal 10 Sya’ban 519 HQ, Imad Ishafani, sastrawan dan penulis terkenal abad ke-5 HQ meninggal dunia.

 

Imad Isfahani merupakan ahli fiqih mazhab Syafi'i. Beliau memulai pendidikannya di kota Isfahan dan setelah itu beliau belajar di Madrasah Nezhamiah, Baghdad. Di sana beliau belajar ilmu fiqih, hadis dan sastra.

 

Beliau sempat diangkat sebagai seorang menteri di masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi di Syam. Sastrawan besar ini meninggal sejumlah karya seperti al-Barq al-Syami tentang sejarah, Diwan ar-Rasail dan Diwan Syair.

 

Pembunuhan Massal oleh Zionis  

 

71 tahun yang lalu, tanggal 16 April tahun 1948 sekelompok orang Zionis bersenjata menyerang sebuah kamp yang sebelumnya menjadi kamp tentara Inggris di Palestina.

 

Dalam pembunuhan massal ini, 90 warga Palestina gugur syahid dan sejumlah lainnya luka-luka.

 

Kejadian ini terjadi ketika tentara Inggris mulai meninggalkan pangkalan-pangkalan militer mereka di Palestina dan rezim Zionis memulai aksi teror mereka sebagai pendahuluan pendirian negara illegal Israel. Sebulan kemudian, yaitu bulan Mei 1948, secara resmi diumumkan berdirinya Israel.

 

Ayatullah Sheikh Ali Jawahiri Wafat

 

24 tahun yang lalu, tanggal 27 Farvardin 1374 HS, Ayatullah Sheikh Ali Javaheri meninggal dunia dalam usia 91 tahun dan dimakamkan di kota kelahirannya, Boroujerd.

 

Ayatullah Haj Sheikh Ali Javaheri merupakan ulama besar Boroujerd. Beliau dilahirkan pada 1283 HS dari keluarga ulama Ayatullah Sheikh Mohammad Hassan Najafi, penulis buku Jawahir al-Kalam. Setelah mempelajari dasar-dasar ilmu keagamaan dari ayahnya dan sebagian guru lainnya, beliau belajar kepada ulama besar seperti Mirza Naini, Ziyauddin Iraqi dan Sayid Abolhassan Isfahani.

 

Beliau sempat berdakwah ke daerah-daerah Khozestan. Setelah dakwah beliau berakhir di Iran, Ayatullah Boroujerdi yang waktu itu tinggal di Boroujerd mengajaknya untuk tinggal di sana. Beliau menyanggupinya dan selama bertahun-tahun tinggal di sana.

 

Ayatullah Sheikh Ali Jawahiri pandai menggubah syair berbahasa Arab dan kaligrafinya juga sangat indah. Beliau hidup dengan sangat sederhana dan serius dalam beribadah. Ayatullah Jawahiri memiliki kumpulan syair, menulis kuliah Ayatullah Boroujerdi dan menulis buku Jawahir al-Ulum dalam empat jilid.