Lintasan Sejarah 17 April 2019
Hari ini, Rabu 17 April 2019 bertepatan dengan 11 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Ali bin Husein Terlahir ke Dunia
1407 tahun yang lalu, tanggal 11 Sya'ban tahun 33 HQ, Ali bi Husein, putra tertua Imam Husein as, cucu Nabi Muhammad Saw, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Ali bin Husain memiliki banyak kemiripan dengan Rasulullah. Dia dibesarkan serta dididik oleh kakeknya, Imam Ali as dan ayahnya, Imam Husain as.Oleh karena itulah, beliau mencapai derajat keilmuan dan makrifat yang tinggi.
Karena namanya sama dengan nama putra Imam Husein yang lain, maka Ali bin Husein dijuluki sebagai Ali Akbar. Pada peristiwa kebangkitan Imam Husein di Karbala, Ali Akbar adalah salah satu pejuang pembela Imam Husein yang utama dan beliau gugur syahid pada tanggal 10 Muharam.
Mohammad Amin Mukri, Penyair Kurdi Wafat
33 tahun yang lalu, tanggal 28 Farvardin 1365 HS, Mohammad Amin Mukri, penyair Kurdi meninggal dunia diusia 65 tahun.
Mohammad Amin Shaikholislami Mukri, lahir pada tahun 1300 HS di sebuah desa di Iran bagian Barat. Di masa pendidikannya, ia bertemu dengan penyair besar Kurdi, Abdurrahman Sharafkandi dan kemudian keduan menjadi akrab dan pertemanan ini berlanjut hingga akhir hayatnya.
Shaikholislami Mukri menjadi anggota dewan penulis harian Nishmatan pada usia 21 tahun. Surat kabar Nishmatan melakukan aktivitas bawah tanahnya melawan rezim Shah Pahlevi dan berusaha membongkar penyelewengan dan pengkhianatan rezim ini.
Penulis dan sastrawan Kurdi ini meninggal banyak karya seperti surat perpisahan dalam bentuk puisi dan prosa.
Abdul Aziz Rantisi gugur syahid
15 tahun yang lalu, tanggal 17 April 2004, helikopter Rezim Zionis yang dilengkapi senjata rudal menembaki kendaraan yang dipakai oleh Dr. Abdul Aziz Rantisi, pejuang terkenal Palestina dan pemimpin Hamas. Beliau gugur syahid dalam peristiwa ini.
Rantisi telah dipilih sebagai pemimpin Hamas kurang dari sebulan sebelum Syeikh Ahmad Yasin, mantan pemimpin Hamas diteror.
Rantisi dilahirkan pada tahun 1947 di kota Yafa Palestina. Kecerdaannya menyebabkan beliau berhasil menamatkan pelajaran dalam bidang kedokteran di Universitas Iskandariah pada tahun 1967. Doktor Rantisi sejak usia muda telah melakukan perjuangan melawan Zionis dan akibatnya dia berkali-kali dipenjara. Selepas pembentukkan gerakan Hamas, beliau bergabung dengan kelompok ini dan pada akhirnya menjadi pemimpinnya. Pada hari ini tahun 2004 beliau gugur syahid setelah diteror oleh antek-antek Rezim Zionis.