Apr 26, 2019 14:28 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 26 April 2019

Hari ini, Jumat 26 April 2019 bertepatan dengan 20 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Ibnu Nadim Wafat

1055 tahun yang lalu, tanggal 20 Sya'ban 385 HQ, Ibnu Nadim, seorang sejarawan Muslim terkemuka, meninggal dunia.

Keterkenalan Ibnu Nadim lebih banyak disebabkan oleh buku karyanya yang berjudul "al-Fihrist". Dalam buku ini, dia menginventarisasi semua ilmu yang berkembang dalam peradaban Islam pada zaman itu dan menerangkan kehidupan para ilmuwan terkemuka saat itu.

Selain itu, dalam al-Fihrist juga dituliskan tentang buku-buku dan makalah dari berbagai bidang ilmu dan catatan lengkap mengenai kehidupan para pengarangnya. Ibnu Nadim juga menulis penjelasan mengenai buku-buku kuno dari berbagai bangsa di dalam al-Fihrist.

Ibnu Nadim juga melakukan penelitian dan penulisan mengenai agama-agama dan mazhab-mazhab yang terkenal di zamannya dan melahirkan banyak buku di bidang ini. Karya ibnu Nadim lainnya berjudul "al-Ausaf wa Tasybihaat".

 

PBB

PBB Tetapkan Irak Menggunakan Senjata Kimia Terhadap Iran

 

34 tahun yang lalu, tanggal 6 Ordibehesht 1364 HS, PBB tetapkan Irak menggunakan senjata kimia terhadap Iran.

Ketidakpedulian lembaga-lembaga internasional terkait pelanggaran undang-undang penggunaan senjata kimia oleh rezim Irak terhadap Iran semakin hari tidak dapat diterima oleh negara-negara di dunia. Semua ini diakibatkan dari sikap lembaga-lembaga ini yang ingin menyaksikan rezim Baath, Irak dapat mengalahkan Iran dalam Perang 8 Tahun.

Namun prediksi tersebut tidak benar. Karena korban yang berjatuhan akibat penggunaan senjata kimia dan dampak psikologinya tidak begitu memperngaruhi kekuatan pertahanan Iran. Irak mengetahui benar kenyataan ini, sehingga pada operasi Badr, pasukan negara ini menggunakan senjata kimia lebih banyak dari yang sudah-sudah. Hanya dalam 5 hari, dari tanggal 22 hingga 27 Isfand 1363 HS, lebih dari 30 jenis senjata kimia yang dipakai.

Dampak luas penggunaan senjata kimia oleh Irak perlahan-lahan mulai menjadi perhatian masyarakat internasional. Akhirnya, sekjen PBB waktu itu setelah melakukan pertemuan dengan wakil-wakil dari Iran dan Irak mengutuk penggunaan senjata kimia.

Tapi sayangnya, Dewan Keamanan PBB tidak bersedia mengeluarkan resolusi mengutuk penggunaan senjata kimia dan merasa cukup dengan mengeluarkan pernyataan pada 6 Ordibehesht 1364 HS yang isinya mengutuk penggunaan senjata kimia oleh rezim Saddam.

Operasi Militer Zionis di Lebanon Berakhir

23 tahun yang lalu, tanggal 26 April tahun 1996, operasi militer rezim Zionis menyerang Lebanon yang telah berlangsung enam belas hari, akhirnya berakhir.

Dalam operasi militer ini, tentara Zionis dari darat, laut, dan udara menyerang kawasan selatan Lebanon dan ibu kota negara ini, Beirut. Akibat serangan Zionis itu, selain hancurnya sebagian besar kawasan pemukiman sipil dan sentra-sentra ekonomi, 180  warga Lebanon tewas, dan ratusan lainnya luka-luka.

Tujuan rezim Zionis dalam serangan ini adalah untuk membuat warga Lebanon selatan ketakutan dan meninggalkan tanah air mereka agar kawasan itu bisa direbut oleh Zionis. Namun, rakyat Lebanon dengan gigih berjuang melawan tentara Zionis. Operasi militer itu berhenti setelah enam belas hari namun tentara Zionis tetap bercokol di Lebanon selatan. Akhirnya pada tahun  2000, setelah mendapatkan perlawanan tak kenal lelah dari pejuang Lebanon, Zionis menarik mundur tentaranya.