Lintasan Sejarah 27 April 2019
Hari ini, Sabtu 27 April 2019 bertepatan dengan 21 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Abdul Karim bin Muhammad Samani Terlahir
934 tahun yang lalu, tanggal 21 Sya'ban 506 HQ, Abdul Karim bin Muhammad Sam'ani, yang dijuluki "Taj Islam", seorang ulama fiqih dan hadis terkenal abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Marv, di tenggara Turkmenistan.
Dia melakukan perjalanan ke berbagai tempat, seperti Iran, Suriah, dan Arab Saudi dan menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka pada zaman itu.
Karya paling terkenal dari Sam'ani adalah buku berjudul Al-Ansab. Buku lain karya Sam'ani berjudul "Mu'jamul Masayikh", "Tadzlilu Tariikhu Baghdad", dan "Tarikh Marv".
Jenderal Abdul Qadir lakukan Kudeta di Afganistan
41 tahun yang lalu, tanggal 27 April 1978, Jenderal Abdul Qadir melakukan kudeta di Afganistan.
Dengan membunuh Presiden Daud Khan, Sang Jenderal mengantarkan Nur Muhammad Taraki, pemimpin Partai Demokratik Rakyat Afganistan, ke tampuk kekuasaan. Tak lama setelah itu kudeta terjadi kembali dan Taraki digulingkan oleh Hafizullah Amin yang lantas menobatkan diri sebagai pemimpin negara itu.
Kekacauan demi kekacauan terus melanda Afganistan hingga Amin pun harus lengser lewat kudeta yang dipimpin oleh Babrak Karmal, pemimpin Partai Demokratik rakyat Afganistan yang berhaluan Marxis, atau yang dikenal dengan nama Parcham. Amin tewas dalam kudeta tersebut.
Berbekal dukungan Uni Soviet sebagai super power kala itu, Babrak Karmal bertengger di pucuk kekuasaan dari tahun 1979 sampai 1989. Tahun 1989 ia disingkirkan dari kepemimpinan partai dan kekuasaannya pun beralih ke tangan Afganistan 15 Februari 1989, gerilyawan Mujahidin meningkatkan perlawanan bersenjatanya melawan kekuasaan Najibullah. Maret 1992, rezim Najibullah tumbang dan kekuasaan jatuh ke tangah Mujahidin.
Hujjatul Islam Sayid Bourque Wafat
23 tahun yang lalu, tanggal 7 Ordibehesht 1375 HS, Hujjatul Islam Sayid Reza Bourque meninggal dunia di usia 69 tahun.
Hujjatul Islam Sayid Reza Bourque lahir di kota Qom pada tahun 1306 Hs dari keluarga yang masih ada keturunan dari Imam Jawad as. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, pada 1320 HS, beliau melanjutkan pendidikan agamanya di Madrasah Feizieh, Qom dan berguru kepada Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu beliau pergi ke Najaf, Irak untuk menuntut ilmu.
Beliau kemudian diterima di kementerian pendidikan. Tujuannya adalah mengarahkan para remaja dan pemuda Iran kepada agama Islam, setelah rezim Pahlevi berusaha memisahkan mereka dari agama. Beliau bekerjasama dengan Doktor Syahid Beheshti dan Mohammad Javad Bahonar menyusun buku-buku pelajaran, terutama agama di tingkat SD dan SMU sesuai dengan metode modern disertai kandungan Islam.
Selain itu, Sayid Bourque bersama sejumlah pemikir yang seide dengannya mendirikan penerbitan Publikasi Budaya Islam yang berusaha mencetak buku-buku keagamaan dengan bahasa yang sederhana agar dapat diakses oleh masyarakat luas pada tahun 1352 HS. Hujjatul Islam Bourque juga mencetak sejumlah buku yang mengajar bagaimana membaca al-Quran dengan metode yang diciptakannya. Buku-buku ini hingga kini telah dicetak mencapai sekitar 5 juta naskah.