Lintasan Sejarah 29 April 2019
Hari ini, Senin 29 April 2019 bertepatan dengan 23 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Penyair Jami Lahir ke Dunia
623 tahun yang lalu, tanggal 23 Sya'ban 817 HQ, Nuruddin Abdurrahman Jami, seorang penyair dan sastrawan terbesar Iran abad ke-9 Hijriah terlahir ke dunia di Kota Jam, sebuah kawasan di timur laut Iran.
Ketika masih muda, Jami telah belajar ilmu-ilmu keagamaan, sastra, dan sejarah di Kota Samarqand. Setelah itu, ia melakukan pengembaraan ke berbagai kawasan lainnya.
Jami adalah seorang penyair yang dikenal sebagai pecinta Ahlul Bait Rasulullah Saw. Berbeda dengan para penyair lain pada masanya, Jami tidak pernah membuat syair yang isinya berupa pujian kepada para penguasa. Di antara karya-karya terkenalnya adalah kitab yang berjudul "Silsilatudz-Dzahab", dan "Baharestan". Jami meninggal dunia pada tahun 898 Hijriah.
Abjad Latin Diterapkan di Turki
91 tahun yang lalu, tanggal 29 April tahun 1928, pemerintah Turki secara resmi menerapkan penggunaan abjad latin menggantikan huruf Arab yang selama ini dipakai di negara itu.
Perubahan ini dilakukan dalam program penghapusan budaya Islam dan penyebarluasan budaya Barat di tengah masyarakat Turki.
Proses westernisasi Turki ini telah dimulai sejak tahun 1923 ketika Mustafa Kamal, atau Attaturk, terpilih sebagai Presiden Turki. Ia melakukan berbagai langkah westernisasi seperti menanggalkan baju tradisional Turki dan menggunakan baju Barat, melarang pendidikan Islam, mengganti huruf Arab dengan huruf latin, dan terakhir, menghapus kata-kata dalam UUD yang menyatakan bahwa agama Islam adalah agama resmi di Turki dan digantikan dengan prinsip sekularisme.
Dalam menjalankan program sekularismenya ini, Attaturk juga melakukan represi terhadap kaum Muslimin Turki yang melakukan penentangan terhadap program itu. Namun tindakan Attaturk ini tidak berhasil menghapuskan semangat iman Islam di hati warga Turki, yang terbukti dengan terus berkembangnya gerakan Islam di negara ini meskipun terus ditekan oleh pemerintah.
Peresmian Makam Baru Ibnu Sina
61 tahun yang lalu, tanggal 9 Ordibehest 1337 HS, makam baru Abu Ali Sina di kota Hamedan diresmikan tepat dengan peringatan seribu tahun kelahiran ilmuwan besar muslim itu dengan dihadiri para ilmuwan dan orientalis.
Makam baru Abu Ali Sina didirikan di area seluas lebih dari 3000 meter. Ada 12 tiang yang menyangga makam Ibnu Sina dan menjadi simbol penguasaannya atas 12 disiplin ilmu seperti kedokteran, perbintangan, matematika, filsafat, logika, sastra, metafisika, irfan dan lain-lain. Sementara ada 10 tiang lainnya di depan kuburan beliau sebagai simbol telah lewat 10 abad dari kehidupan ilmuwan muslim ini.
Di sisi kuburan Ibnu Sina terdapat museum yang terkait dengan pribadi agung ini dan terbuka setiap hari bagi para pengunjung dan pecinta ilmu pengetahuan.