May 01, 2019 05:18 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 1 Mei 2019

Hari ini, Rabu 1 Mei 2019 bertepatan dengan 25 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Abu Muslim Khurasani Terbunuh

1303 tahun yang lalu, tanggal 25 Sya'ban 137 HQ, Abu Muslim Khurasani, seorang panglima perang asal Iran, dibunuh atas perintah al-Manshur, penguasa dari Dinasti Abbasiah.

Abu Muslim Khurasani adalah pemimpin gerakan pemberontakan rakyat terhadap pemerintahan Umawiyah yang despotik. Kelompok pemberontakan yang bernama "Pembawa Bendera Hitam" ini, setelah melalui banyak peperangan, berhasil menggulingkan pemerintahan Umawiyah.

Setelah runtuhnya Dinasti Umawiyah, Dinasti Abassiah memegang tampuk kekuasaan. Khalifah al-Manshur kemudian merasa khawatir atas kekuasaan yang dimiliki Abu Muslim Khurasani dan pengaruhnya yang meluas di tengah masyarakat. Oleh karena itulah dia memerintahkan antek-anteknya untuk membunuh Khurasani.

 

Naseruddin Shah

Nasseruddin Shah Qajar Dibunuh Mirza Reza Kermani

123 tahun yang lalu, tanggal 11 Ordibehesht 1275 HS, Nasseruddin Shah Qajar dibunuh oleh Mirza Reza Kermani.

Sejak awal bulan Ordibehesht 1275 HS, Naseruddin Shah Qajar mempersiapkan peringatan 50 tahun ia memerintah. Rencananya, acara peringatan ini akan diselenggarakan selama seminggu. Sekaitan dengan acara ini, dini hari 11 Ordibehesht 1275 Hs, sehari sebelum hari penyelenggaraan acara, Naseruddin Shah pergi kota Rey untuk berziarah ke makam Sheikh Abdol Azim.

Selama di komplek suci itu, tiba-tiba terdengar suara letusan senapan memecahkan keheningan dan ternyata dengan tiga peluru, Mirza Reza Kermani, pengikut Sayid Jamaluddin al-Afghani berhasil menewaskan Naseruddin Shah. Karena tewas di sana, Naseruddin Shah dikuburkan juga di komplek tersebut

Di era pemerintahannya, ia melakukan sejumlah kesalahan fatal. Di antaranya membunuh Amir Kabir, dan memberikan serangkaian hak konsesi kepada pihak asing dengan imbalan pembayaran besar yang masuk ke kantong pribadi.

Pada tahun 1890, ia membuat kesalahan yang lebih besar dalam pemberian konsesi selama 50 tahun yang menyangkut pembelian, penjualan, dan pengolahan tembakau di semua negara. Naseruddin juga mencoba membatalkan fatwa boikot tembakau Ayatullah Mirza Shirazi, yang dianggap oleh banyak ahli sebagai akar nasionalisme Iran modern.

Selain itu, di masa pemerintahan Naseruddin, sejumlah wilayah seperti Herat, sekitar wilayah sungai Jeihoun, dan bagian dari Sistan Balouchistan terpisah dari Iran. Raja Qajar ini juga dikenal sebagai orang yang menghambur-hamburkan uang negara untuk kepentingan pribadi.

 

Peta papua

Irian Barat Masuk Indonesia

56 tahun yang lalu, tanggal 1 Mei 1963, Irian Barat menjadi bagian Indonesia.

UNTEA (United Nations Temporary Executive Administration) menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia dengan catatan tahun 1969 harus diadakan pemungutan suara pendapat rakyat.

Indonesia yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 juga mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda termasuk wilayah barat pulau di Irian (Sekarang bernama Papua). Namun pihak Belanda masih menganggap wilayah tersebut salah satu provinsi Kerajaan Belanda.

Presiden Sukarno kemudian membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dan mengumumkan Tri Komando Rakyat, atau yang lebih dikenal dengan Trikora, sebagai perlawanan terhadap Belanda untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia pada Oktober 1962. Belanda menyerahkan Irian Barat kepada UNTEA, sebuah badan PBB untuk mengurus Irian sebagai pemerintahan sementara.

Tahun 1969 dilangsungkan Penentuan Pendapat Rakyat Irian Jaya (Pepera). Hasilnya, rakyat di Irian Barat tetap ingin bergabung dengan Republik Indonesia. Nama Irian Barat kemudian diganti dengan nama Irian Jaya.