May 02, 2019 16:02 Asia/Jakarta
  • 2 Mei 2019
    2 Mei 2019

Hari ini, Kamis 2 Mei 2019 bertepatan dengan 26 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Yazid bin Abdul Malik bin Marwan Meninggal Dunia

1335 tahun yang lalu, tanggal 26 Sya’ban 105 HQ, Yazid bin Abdul Malik bin Marwan meninggal dunia.

Pasca meninggalnya Umar bin Abdul Aziz, Yazid bin Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah tahun 101 HQ. Yazib bin Abdul Malik adalah seorang yang suka berfoya-foya dan minum minuman keras. Ia tidak punya perhatian untuk mengelola urusan negara Islam. Terlebih lagi ia memiliki seorang keluarga bernama Hajjaj al-Tsaqafi, seorang haus darah yang mengatur segala urusan.

Yazid bin Abdul Malik bin Marwan di akhir usianya membuktikan tidak dapat melepaskan diri dari hidup berfoya-foya. Tapi tidak beberapa lama orang yang dicintainya meninggal dan kehidupan megahnya berubah menjadi duka. Sang khalifah akhirnya hanya sempat hidup beberapa hari sepeninggal kekasihnya pada 26 Sya'ban 105 HQ.

Sejarah

Pesawat Komersil Bermesin Jet Pertama

67 tahun yang lalu, tanggal 2 Mei 1952, pesawat komersil bermesin jet pertama di dunia, De Havilland Comet 1, memulai layanan penerbangan dari London (Inggris) menuju Johannesburg (Afrika Selatan).

Para penonton bersorak saat pesawat dengan mesin BOAC Comet G-ALYP itu lepas landas dari bandar udara London pukul 15.12 waktu setempat dengan membawa 36 penumpang.

Debut Comet 1 itu menandakan dimulainya era penerbangan komersil dengan menggunakan mesin jet sekaligus merupakan pencapaian inovasi teknologi Inggris.

Penerbangan dari London menuju Johannesburg itu berjarak hampir 7.000 mil dengan waktu tempuh 23 jam 40 menit. Selama penerbangan, pesawat Comet 1 singgah di lima kota, yaitu Roma, Beirut, Khartoum, Entebbe, dan Livingstone.

Selama setahun pertama melayani penerbangan komersil, Comets membawa 30.000 penumpang. Ini termasuk sejumlah tokoh terpandang, yaitu Ratu Elizabeth II beserta ibunya dan adiknya, Puteri Margaret.

Hingga beberapa dekade berikut, Comet diproduksi dalam beberapa seri. Namun, setelah mengalami sejumlah kecelakaan fatal, Comet mengakhiri produksi pesawat pada 14 Maret 1997, dengan seri terakhir Comet 4C XS235.

Ilustrasi pesawat

Murtadha Muthahhari Gugur Syahid

40 tahun yang lalu, tanggal 12 Ordibehesht 1358 HS (2 Mei 1979), Ayatullah Murtadha Muthahhari, seorang cendekiawan besar muslim, gugur syahid akibat serangan kelompok teroris Furqan.

Ayatullah Muthahhari lahir pada tahun 1299 Hijriah Syamsiah (1921 Masehi) di kota Fariman, timur laut Iran dalam sebuah keluarga yang relijius. Pada usia 12 tahun beliau masuk ke hauzah ilmiah Mashad dan beberapa tahun kemudian melanjutkan pendidikannya ke hauzah ilmiah di kota Qom. Di sana beliau menuntut ilmu dari berbagai ulama terkemuka, di antaranya Ayatullah Boroujerdi, Ayatulah Khomeini, dan Allamah Thabathabai.

Selama menuntut ilmu di hauzah ilmiah Qom, Muthahhari bersama ulama-ulama pejuang lainnya aktif dalam gerakan perlawanan terhadap rezim despotik Shah Pahlevi. Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh para ulama itu akhirnya meraih kemenangan di bulan Februari tahun 1979, namun tiga bulan kemudian, Ayatullah Muthahhari gugur syahid.

Karena aktifitasnya dalam mengajar ilmu-ilmu agama baik di hauzah ilmiah maupun universitas Iran membuat pemerintah mencanangkan hari syahadahnya sebagai Hari Guru.

Syahid Murtadha Muthahhari