Lintasan Sejarah 12 Mei 2019
Hari ini, Minggu 12 Mei 2019 bertepatan dengan 6 Ramadhan 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Ordibehest 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Abu Ya'la Ja'fari Meninggal Dunia
977 tahun yang lalu, tanggal 6 Ramadan 463 HQ, Abu Ya'la Ja'fari, seorang ulama terkemuka abad ke-5 Hijriah, meninggal dunia.
Abu Ya’la Ja’fari adalah seorang ahli di bidang fiqih dan teologi dan merupakan wakil dari Syekh Mufid. Beliau merupakan ulama yang sezaman dengan Syeikh Thusi.
Karya-karya penulisan beliau, di antaranya berjudul "Miladu Shahibiz Zaman" dan "at-Takmilah".
PBB Akui Bahrain Pisah dari Iran
49 tahun yang lalu, tanggal 22 Ordibehesht 1349 HS, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 278 yang mengakui permintaan utusan PBB kepada rakyat Bahrain dan dengan demikian negara kepulauan ini merdeka dan pisah dari Iran.
Utusan PBB ke Bahrain selama dua pekan melakukan dialog dengan para pemimpin kabilah dan tokoh-tokoh negara ini berhasil mencapai kesepakatan dan akhirnya Bahrain menjadi negara merdeka.
Pulau Bahrain berada di Teluk Persia dan sebelum munculnya Islam termasuk wilayah Iran. Dengan terbentuknya pemerintahan Islam, pulau ini berada di bawah kontrol para khalifah. Sejak awal abad ke-7 HQ, pulau ini kembali bergabung dengan Iran. Setelah beberapa kali terjadi perpindahan kekuasaan, pulau ini kemudian berada di bawah kontrol Inggris menjelang Perang Dunia I. Tetapi Iran berkali-kali menekankan bahwa pulau ini miliknya dan melakukan protes terhadap Inggris atas pendudukannya di pulau ini.
Di awal-awal dekade1340 HS, Inggris yang semakin lemah dan tidak mampu mengontrol negara-negara koloninya memutuskan untuk mundur dari Teluk Persia. Oleh karenanya, dengan melakukan kesepakatan dengan rezim Shah, mereka menyiapkan jalan untuk referendum di Bahrain di bawah pengawasan PBB untuk menetapkan posisi pulau ini. Akhirnya pulau ini merdeka pada dan kekuasaan berabad-abad lamanya Iran atas pulau inipun berakhir pada 24 Ordibehesht 1349 HS.
Armenia dan Azerbaijan Melakukan Gencatan Senjata
25 tahun yang lalu, tanggal 12 Mei tahun 1994, Azerbaijan dan Armenia menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri perang di antara keduanya.
Kedua negara yang baru saja merdeka dari Uni Sovyet itu terlibat perang sejak tahun 1992 mempersengketakan kawasan Karabakh. Ketika Sovyet bubar, warga Karabakh sebenarnya menyatakan diri sebagai kawasan merdeka. Akan tetapi, secara resmi, kawasan seluas 4.400 kmpersegiitu masuk sebagai bagian dari Azerbaijan.
Sebagian warga Karabakh yang beragama Kristen ternyata menginginkan lepas dari Azerbaijan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tahun 1992, tentara Armenia menyerbu kawasan perbatasan Azerbaijan dengan dalih untuk membantu warga Karabakh yang ingin merdeka.
Akibat serbuan tersebut, sekitar 20 persen kawasan Azerbaijan jatuh ke tangan tentara Armenia. Kemudian, pada tahun 1994, sebuah organisasi bernama Minsk yang diutus oleh PBB berhasil menjadi mediator persengketaan itu hingga akhirnya kedua negara itu menyepakati gencatan senjata.