Pandangan Rahbar Mengenai Permusuhan Amerika
-
Pidato Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di hadapan pejabat dan anggota parlemen RII.
Pejabat-pejabat senior Republik Islam Iran, anggota parlemen, dan aktivis budaya-politik bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada tanggal 14 Mei 2019.
Pada awal pertemuan, Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menyampaikan laporan mengenai kegiatan ekonomi dan kebijakan luar negeri kepada Rahbar dan para tamu yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ayatullah Khamenei memulai pidatonya dengan menyinggung bulan suci Ramadhan, yaitu bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Rahbar mengatakan, bulan Ramadhan adalah bulan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
"Bertakwalah kepada Allah Swt dan takutlah kepada-Nya. Allah Swt telah menunjukkan jalan yang lurus kepada kita untuk mengarungi kehidupan yang penuh dengan persoalan ini. Anggaplah, misalnya, ada sebuah daerah yang di berbagai sudutnya terdapat ranjau. Kemudian Tuhan membukakan jalan kepada kita dan mengatakan, 'jalan ini adalah jalan keselamatan dan jalan yang aman. Pergilah dari sini, dan inilah jalan yang lurus itu.' اِتَّقُوا الله adalah berhati-hati dan jangan menyimpang dari jalan ini, dan jangan berbelok, karena bisa membuat kalian terperangkap dalam masalah," jelas Rahbar.
Menurut Ayatullah Khamenei, hasil dari takwa adalah wawasan, basirah, rahmat dan hidayah, serta kekuatan untuk bisa mengenali antara benar dari batil. Keharusan dari takwa ini adalah tidak takut kepada kekuatan-kekuatan selain Tuhan dan kekuatan anti-Tuhan.
"Ketika kita komitmen kepada takwa, maka kita akan takut kepada kekuatan Allah Swt dan tidak takut terhadap kekuatan-kekuatan selain-Nya. Maksud dari 'tidak takut' adalah kita tidak menganggap mereka, dan bukan berarti kita tidak hati-hati. Kita harus hati-hati, namun kita tidak takut. Jangan berpikir bahwa kehidupan kita, kebahagiaan kita, masa depan kita dan nasib kita ada di tangan mereka, dan ini adalah keharusan dari takwa tersebut. Ini adalah semua jalan untuk menuju kemenangan sebuah bangsa. Artinya, jika dalam satu umat Islam ada ketakwaan, dan berpikir dan bertindak seperti tadi, maka perkembangan pasti terjadi, juga kemajuan, keunggulan dan peningkatannya," imbuhnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menyinggung isu-isu ekonomi dan kondisi ekonomi Republik Islam Iran, di mana ini menjadi salah satu topik utama dalam pidatonya. Ayatullah Khamenei menegaskan, tidak ada jalan buntu bagi ekonomi Iran.
"Musuh-musuh kita yang dipimpin oleh Amerika Serikat berharap bisa memukul Republik Islam Iran dengan cara meningkatkan sanksi, di mana menurut mereka sendiri, ini adalah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Iya, yang mereka katakan adalah benar, sanksi yang diberlakukan terhadap Republik Islam adalah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun yang penting adalah Republik Islam memiliki tameng yang kuat. Sebagian pengamat dunia mengatakan bahwa jika sanksi dan tekanan ini diterapkan terhadap negara lain, maka akan membawa dampak yang penting bagi mereka, namun Republik Islam tetap kuat karena bersandar pada rakyat, dan berkat taufik Allah Swt serta berkat upaya para pejabat yang sedang bekerja di berbagai sektor," jelas Rahbar.
Menurut Ayatullah Khamenei, tujuan musuh menerapkan berbagai sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah untuk memaksa para pejabat Iran tunduk di hadapan AS. Selain itu, mereka berharap dengan sanksi luar biasa ini bisa menggerakkan rakyat untuk menentang Republik Islam. Tak diragukan lagi, tujuan yang didasarkan pada perhitungan yang salah ini tentunya akan gagal seperti upaya mereka dalam 40 tahun terakhir.
Rahbar menilai kebencian dan dendam para pejabat AS terhadap rakyat Iran sebagai akibat dari pemahaman keliru mereka terhadap Republik Islam. Ayatullah Khamenei menegaskan, jangan sampai ada yang takut atas kehebatan luar Amerika, dan ini sangat keliru. Sebagian merasa panik dan takut atas kehebatan zahir Amerika, di mana ketakutan ini adalah keliru. Kekuatan-kekuatan dunia memajukan pekerjaan mereka dengan cara ini, yaitu dengan kegaduhan dan kontroversi. Kekuatan mereka sebenarnya tidak sebanding dengan keributan dan kontroversi yang diciptakan, bahkan sangat lebih kecil, namun di gembar-gemborkan; mereka mengancam dan menakut-nakuti. Tak seorang pun harus merasa takut; tidak ada yang harus takut kepada mereka dan juga kepada para Qarun Teluk Persia. Para Qarun yang ada disekeliling kita tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka telah menghabiskan miliaran dolar di berbagai sektor untuk memusuhi kita, namun mereka tidak memperoleh apapun.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyebut Muqawama (perlawanan) sebagai slogan Republik Islam dan Revolusi Islam dalam menghadapi musuh. Menurutnya, hanya ada dua jalan untuk menghadapi musuh yang selalu ingin memajukan permusuhan dan agresinya. Dua jalan itu adalah mundur sehingga musuh bergerak maju, atau kita melawan.
Ayatullah Khamenei kemudian menyinggung pengalaman Republik Islam Iran selama beberapa tahun terakhir dalam menghadapi musuh. Dia mengatakan, di mana pun kita melawan, kita memperoleh hasilnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut perlawanan di sektor ekonomi berbeda dengan perlawanan di sektor militer. Ayatullah Khamenei menegaskan, permusuhan AS terhadap Republik Islam Iran tidak meningkat dibandingkan 40 tahun lalu, namun permusuhan itu dilakukan secara jelas dan terang-terangan.
Ayatullah Khamenei menuturkan, "Tak diragukan lagi bahwa pemusuhan AS yang telah dimulai sejak awal revolusi, hari ini dilakukan secara terang-terangan. Kita berpikir bahwa hari ini permusuhan Amerika meningkat, tapi tidak demikian. Bukan meningkat, tetapi dilakukan jelas dan terang-terangan. Sebelumnya, permusuhan Amerika juga seperti ini, tetapi mereka tidak mengucapkannya secara jelas, dan sekarang mereka mengucapkannya dengan terang-terangan. Mereka mengatakan, 'kita ingin melakukan ini dan itu'. Mereka kemudian melontarkan ancaman. Nah, kita harus tahu bahwa kekuatan dan kemampuan orang yang mengancam dengan suara keras tidak sekeras suaranya. Manusia harus lebih takut pada orang yang tidak mengancam, bukan orang yang mengancam. Jelas bahwa hari ini para pejabat AS telah mengungkapkan permusuhannya dan lebih menjaga kepentingan rezim Zionis dibandingkan pemerintahan lainnya. Artinya, benar-benar harus dikatakan bahwa komando dari banyak kebijakan Amerika berada di tangan Zionis, dan sekarang, bukan harus rezim Zionis di Palestina pendudukan, tetapi komunitas Zionis yang mendominasi urusan Amerika. Para pejabat Amerika juga membutuhkannya. Kita melihat bahwa terkadang mereka mengatakan dan bahkan hingga sekarang telah berulang kali mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan ini bisa mengubah Iran. Benar, kebijakan mereka itu telah mengubah Iran, namun perubahan itu adalah kebencian rakyat Iran terhadap Amerika telah meningkat sepuluh kali lipat."
Rahbar menambahkan, "Kebencian rakyat terhadap mereka bertambah dan upaya mereka untuk menyita kepentingan Republik Islam semakin mustahil dilakukan. Upaya kaum muda kita untuk menjaga negara meningkat dan pasukan militer juga semakin berhati-hati, pasukan keamanan kita juga demikian. Inilah perubahan yang terjadi. Coba Anda lihat, betapa perangkat penghitungan musuh mengalami kesalahan, di mana seorang presiden mengatkan bahwa setiap hari Jumat, ada unjuk rasa menentang Republik Islam. Pertama, itu bukan hari Jumat, tetapi hari Sabtu. Dan kedua, itu bukan di Tehran, tetapi di Paris. Allah Swt telah menjadikan musuh-musuh kita dari orang-orang bodoh. الحمد لله الذي جعل أعداءنا من الحمقى."
Dalam pidatonya, Ayatullah Khamenei juga menyingung persoalan besar internal yang dihadapi Amerika. Berdasarkan laporan pusat-pusat resmi pemerintahan negara ini, 41 juta orang Amerika membutuhkan makanan, lebih dari 40 persen bayi dilahirkan di luar nikah, terdapat 2,2 juta tahanan yang merupakan angka tertinggi dunia secara proporsi penduduk. Amerika juga memiliki tingkat pemakai narkoba tertinggi, dan 31 persen kasus penembakan massal di dunia terjadi di negara ini.
Ayatullah Khamenei mengingatkan semua orang agar tidak terpesona dengan kehebatan AS. Tentu saja, kita juga tidak bisa meremehkan mereka, tetapi mereka tidak sekuat itu dan mereka terjebak dalam banyak masalah. Jangan membesar-membesarkan musuh. Musuh adalah musuh, dan sedang menghadapi persoalan, meski demikian, kita tidak boleh lalai atas permusuhan musuh. Kita tidak boleh menganggap musuh tidak mampu, namun kita juga tidak boleh menganggap bahwa musuh dipenuhi dengan kehebatan sehingga merasa kita tidak bisa berbuat apapun. Musuh tidak sebegitu kuat dan musuh sedang memiliki persoalan.
Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung para pejabat negara terkait dengan perundingan dengan Amerika. Terkait hal ini, Ayatullah Khamenei mengisyaratkan pertanyaan: "apa salahnya beruding dengan Amerika?" Dia menegaskan, perundingan dengan Amerika adalah racun. Selama Amerika seperti saat ini, lanjutnya, dan seperti yang dikatakan Imam Khomeini ra: "Selama AS belum menjadi manusia," maka perundingan kita dengan Amerika adalah racun, dan berunding dengan pemerintahan Amerika saat ini adalah dua kali lipat beracun.
Menurut Rahbar, arti sebenarnya dari perudingan adalah transaksi dan tawar menawar. Dia menegaskan, mereka dalam tawar menawar ini, mengejar poin kuat Iran. Ketika mereka mengajak untuk berunding tentang rudal berarti bahwa Anda harus mengurangi jangkauan dan akurasi rudal Anda, sehingga jika suatu hari nanti Anda diserang, Anda tidak bisa membalasnya.
Di bagian akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei menegaskan, pilihan pasti rakyat Iran adalah perlawanan terhadap Amerika, dan dalam konfrontasi dan perlawanan ini, mereka akan memaska Amerika untuk mundur.
"Tidak ada perang yang harus dilakukan, dan dengan taufik ilahi, perang tidak akan terjadi. Kita tidak mengejar perang, dan mereka juga tidak cukup beruntung untuk mengejar perang. Mereka mengetahui bahwa perang tidak akan menguntungkan mereka. Kita juga bukan pihak yang akan memulai perang, dan bahkan kita tidak pernah melakukannya. Yang terjadi saat ini adalah benturan kehendak dan tekad. Konfrontasi ini adalah konfrontasi kehendak dan tekad, dan kehendak kita lebih kuat ketimbang kehendak mereka. Selain kehendak dan tekad yang kuat, kita juga memiliki tawakal kepada Allah Swt. ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لا مَوْلَى لَهُمْ. Mereka tidak memiliki 'Maula", sementara kita bersandar pada keinginan ilahi," tuturnya.
Ayatullah Khamenei menggambarkan masa depan Republik Islam Iran sebagai masa depan yang cerah, dan mengatakan, insya Allah pemerintah dan para pejabat negara akan sukses dalam menghadapai persoalan yang dihadapi melalui upaya, kekuatan, tekad baja dan langkah-langkah baru. (RA)