Lintasan Sejarah 16 Juli 2019
-
Lintasan Sejarah 16 Juli 2019.
Ibnu Jauzi Lahir
932 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulqadah 508 HQ, Ibnu Jauzi, seorang ahli fiqih dan al-Quran abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Baghdad.
Ibnu Jauzi banyak melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk menuntut ilmu, sampai akhirnya ia dikenal sebagai ilmuwan besar pada zamannya.
Ibnu Jauzi terhitung banyak menulis buku di bidang agama, di antaranya berjudul "al-Muntazham" dan "Mawa'idzul Muluk". Ia meninggal tahun 597 Hijriah.
Doktor Mosaddegh Mengundurkan Diri dari PM
67 tahun yang lalu, tanggal 25 Tir 1331 HS, Doktor Mosaddegh mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Iran.
Peristiwa pengunduran Doktor Mosaddegh diawali dari hari itu juga ketika ia mengadakan pertemuan dengan Shah dan menyerahkan daftar kabinetnya kepada Mohammad Reza Pahlevi. Dalam pertemuan ini, Mosaddegh meminta kepada Shah agar posisi kementerian pertahanan dipilih olehnya. Ia beralasan bahwa tentara tidak mendengar ucapannya dan banyak melakukan aksi-aksi merusak. Dengan kondisi yang seperti ini, pemerintah tidak dapat melanjutkan aktivitasnya.
Ternyata Shah tidak setuju untuk menyerahkan kementerian pertahanan kepada Mosaddegh. Keputusan ini sangat menyakitkan bagi Mosaddegh dan ia kembali ke rumahnya. Tanpa melakukan musyawarah dengan seorangpun, Mosaddegh mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Shah. Shah menerima pengunduran dirinya dan mengangkat Qiwam Saltanah sebagai Perdana Menteri. Di awal pengangkatannya, Qiwam Saltanah mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah akan bersikap tegas terhadap para oposan.
Langkah-langkah yang diambil oleh Qiwam Saltanah mendapat dukungan total Shah. Hal ini membuat rakyat dan ulama tidak puas dan melakukan aksi protes. Perlahan-lahan situasi ini menarik rakyat untuk hadir lebih luas, hingga terjadi kebangkitan bersejarah 30 Tir 1331 dan kembalinya Mosaddegh ke tampuk kekuasaan.
Saddam Menggulingkan Presiden Bakr
40 tahun yang lalu, tanggal 16 Juli 1979, Saddam menggulingkan Presiden Irak saat itu, Hassan Al- Bakr dan mengangkat dirinya sebagai presiden baru Irak sekaligus sebagai Sekjen Partai Baath.
Aktivitas politik Saddam dimulai sejak masa remaja dengan bergabung ke dalam Partai Sosialis Baath. Ia kemudian dipenjarakan karena terlibat dalam usaha pembunuhan atas PM Abdul-Karim Qassim.
Pada tahun 1960, Saddam melarikan diri ke Syria, kemudian ke Mesir dan di sana ia menyelesaikan pendidikan SMU-nya. Pada tahun itu pula, pengadilan Irak menjatuhinya hukuman mati in absentia. Sambil mneruskan pendidikan di fakultas hukum, Saddam meneruskan aktivitas militernya. Pada tahun 1968, Saddam telah menjadi salah satu pimpinan di Partai Baath dan terlibat dalam penggulingan Presiden Abdul Rahman Arif.
Jabatan Presiden Irak kemudian dipegang Hassan Al-Bakr dan Saddam ditunjuk sebagai wakil presiden. Akhirnya, pada tahun 1979, Saddam menggulingkan Hasan Al-Bakr dan ia menjalankan kekuasaan tangan besinya di Irak hingga tahun 2003, ketika ia digulingkan oleh AS.