Aug 11, 2019 12:49 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 11 Agustus
    Lintasan Sejarah 11 Agustus

Hari Arafah, Hari Para Pecinta Ilahi

Tanggal 9 Dzulhijjah dalam sejarah dikenal dengan nama Hari Arafah dan termasuk hari-hari besar Islam, sekalipun tidak disebut sebagai hari raya atau ied.

Di hari ini Allah Swt menyeru hamba-hamba-Nya agar beribadah dan melakukan ketaatan. Allah sendiri mempersiapkan segalanya kepada mereka yang melakukan ibadah dan berdoa di hari ini. Pada hari penuh berkah ini setan begitu terhina dan marah.

Sejak tergelincirnya mata hari pada tanggal 9 Dzulhijjah, para jamaah haji melakukan ibadah wukuf di padang Arafah. Banyak hadis yang menyebutkan keutamaan melakukan wukuf di padang Arafah. Sementara saat matahari terbenam, para jemaah haji bergerak dari Arafah menuju Masy’ar al-Haram dan mempersiapkan dirinya untuk melakukan manasik haji.

 

Chad Merdeka

 

59 tahun yang lalu, tanggal 11 Agustus 1960, rakyat Chad berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Chad.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Perancis menyerang Chad dan dalam tiga tahun, mereka berhasil menguasai Chad dan kawasan ini menjadi jajahan Perancis.

Pada tahun 1958, Perancis memberi status otonomi kepada Chad dan dua tahun kemudian, Chad secara penuh merdeka dan memiliki pemerintahan berbentuk republik. Chad memiliki luas wialayah 1.284.000 kilometer persegi, terletak di bagian tengah Afrika, dan berbatasan dengan Lybia, Kamerun. Sudan, Afrika Tengah, Nigeria, dan Niger.

Syahid Rajai dan Bahonar

Syahid Rajai Terpilih Sebagai Perdana Menteri

 

39 tahun yang lalu, tanggal 20 Mordad 1359 HS, Syahid Rajai terpilih sebagai Perdana Menteri Iran.

Pasca terpilihnya Abolhassan Bani Sadr sebagai Presiden Republik Islam Iran dan kandidat yang diperkenalkannya kepada parlemen tidak lulus uji kelayakan, terjadi perselisihan antara parlemen dan Bani Sadr. Akhirnya disepakati dari lima orang anggota parlemen seorang dipilih sebagai perdana menteri. Setelah melewati pembahasan maraton dan dihapusnya dua orang dari lima orang, maka dari tiga orang yang tersisa memilih Syahid Rajai sebagai perdana menteri.

Dalam sidang parlemen, Syahid Rajai meraih 153 suara mosi kepercayaan dari anggota parlemen. Saat diambil sumpahnya, Syahid Rajai memperkenalkan dirinya dengan tiga pernyataan penting; saya pengikut Imam Khomeini, anak parlemen dan saudara presiden.

Pada awalnya Bani Sadr menolak terpilihnya Syahid Rajai, tapi ketika ia merasa tidak akan berhasil melawan parlemen, akhirnya ia menerima usulan ini. Tapi di setiap kesempatan, ia berusaha melemahkan pribadi Syahid Rajai di depan opini publik. Bani Sadr bahkan tidak segan-segan memakai ungkapan dan sebutan yang jelek dan tidak dapat diterima.

Syahid Rajai berusaha sabar menghadapi serangan dari Bani Sadr. Karena ia tahu posisi yang dipegangnya sangat penting dan di waktu-waktu yang tepat, ia menjawab pernyataan-pernyataan Bani Sadr. Sikap Bani Sadr ini akhirnya sampai pada satu titik, dimana parlemen mengimpeachmentnya dan setelah itu Imam Khomeini memberhentikannya dari jabatannya sebagai presiden Iran.