Okt 12, 2019 10:21 Asia/Jakarta
  • 12 Oktober 2019
    12 Oktober 2019

Hari ini, Sabtu 12 Oktober 2019 bertepatan dengan 13 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Pelucutan Khilafah Imam Ali as di Peristiwa Hakamain

1403 tahun yang lalu, tanggal 13 Shafar 38 HQ, pelucutan khilafah Imam Ali as pasca peristiwa Hakamain.

Pasca pertemuan di Daumah al-Jandal, keesokan harinya, 13 Shafar 38 Hq, di hadapan dua pasukan, Abu Musa al-Asy’ari berkata kepada Amr bin Ash, “Engkau harus melengserkan Muawiyah sebagai penguasa agar saya juga melepaskan Ali bin Abi Thalib dari khilafah.”

Makam Imam Ali as di Najaf

Amr bin Ash berkata, “Saya tidak akan mendahuluimu sebagai anak buah Abu Bakar dan Umar serta orang yang lebih dahulu beriman dan berhijrah.!”

Ibnu Abbas mengingatkan, “Abu Musa! Jangan sampai anak licik ini menipumu.”

Yang terjadi adalah Abu Musa tidak mendengar ucapan Ibnu Abbas dan kemudian berdiri lalu mengeluarkan cincin dari jarinya dan berkata, “Saya melucuti Ali dan Muawiyah dari khilafah.”

Setelah itu, Amr bin Ash berdiri dan berkata, “Kalian semua telah mendengar bahwa Abu Musa telah melucuti Ali dari khilafah, saya juga melucutinya dari khilafah dan kekhalifahan kuberikan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Karena ia lebih layak. Sebagai simbol pengangkatan itu, saya memakaikan cincin ke jariku!”

Peristiwa itu membuat kedua pihak saling bermusuhan akibat tipu muslihat Amr bin Ash. Abu Musa al-Asy’ari yang ketakutan akan kemarahan para sahabat Imam Ali as menyembunyikan dirinya di Mekah. Semua peristiwa ini tetap terjadi padahal Rasulullah Saw pada perang Daumah al-Jandal telah mengabarkan kepada Abu Musa tentang perbuatannya di masa mendatang. Beliau bersabda, “Hakamain di Daumah al-Jandal adalah sesat dan menyesatkan orang-orang yang mengikutinya. (Muntakhab at-Tawarikh, hal 167, Tatimmah al-Muntaha, hal 30-31, Syarah Ibnu Abi al-Hadid, jilid 13, hal 315)

Kelahiran Penyair Hafez Shirazi, Lisanul Ghaib

Tanggal 20 Mehr, Republik Islam Iran memeringatinya sebagai hari kelahiran penyair Hafez Shirazi, Sang Lisanul Ghaib.

Penyair Hafez Shirazi

Syamsuddin Muhammad Syirazi yang lebih dikenal dengan nama Hafez Shirazi lahir ke dunia di kota Shiraz, selatan Iran sekitar tahun 726 HQ. Hafez adalah seorang penyair tersohor Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan umumnya, Hafez mulai mengkaji buku-buku penyair sebelum dan yang sezaman dengannya. Langkah pertama yang dilakukannya adalah memisahkan makna dari lafad dan kemudian membuang lafad. Setelah itu ia memasukkan makna ke dalam benaknya dan darinya ia membuat lafad-lafad yang indah.

Salah satu kelebihan Hafez dalam puisi adalah memanfaatkan segala anasir yang dipergunakan oleh masyarakat umum menjadi campuran penyembuh dan menggembirakan. Ia kemudian bak penyihir menggunakannya untuk menyampaikan pesan yang diinginkannya.

Hafez menguasai tafsir al-Quran, filsafat dan sastra Arab. Kemampuannya menghapal al-Quran dengan pelbagai jenis bacaannya, ia kemudian dijuluki Hafez (atau Hafizh dalam bahasa Arab) yang artinya penghapal.

Hafez  adalah seorang sufi, pemikir dan sastrawan besar yang meninggalkan berbagai karya sastra legendaris dalam bahasa Persia. Dengan bekal pengetahuannya yang mendalam mengenai islam dan al-Quran, puisi-puisi Hafez kemudian menjelma menjadi karya sastra persia yang paling romantis. Karya Hafez yang paling terkenal adalah sebuah kitab puisi bernama Diwan-e Hafez.

Kudeta Militer di Pakistan

20 tahun yang lalu, tanggal 12 Oktober 1999, terjadi kudeta tak berdarah di pakistan untuk menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Bendera Pakistan

Kudeta itu dilakukan oleh Jenderal Pervez Musharraf. Sehari sebelumnya, Musharraf dipecat oleh Nawaz Sharif dari jabatan militernya.

Musharraf mengatakan bahwa aksi penggulingannya itu dilakukan karena Nawaz Sharif terlibat korupsi dan tidak mampu mennciptakan keamanan nasional. Sementara tuduhan terberat adalah Sharif dianggap mendalangi aksi pembajakan pesawat terbang yang ditumpangi Musharraf.

Setelah terguling, Sharif dijebloskan ke dalam penjara dengan hukuman seumur hidup. Akan tetapi, tidak lama kemudian, Sharif diekstradisi ke arab saudi.