Okt 24, 2019 11:03 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 24 Oktober 2019

Hari ini, Kamis, 24 Oktober 2019 bertepatan dengan 25 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.

 

Nabi Meminta Dibawakan Pena dan Kertas

1430 tahun yang lalu, tanggal 25 Shafar 11 HQ, Nabi Muhammad Saw meminta tinta dan kulit untuk menulis bahwa khalifah sepeninggal beliau adalah Imam Ali as, tapi Umar bin Khattab menghalang-halangi orang melakukan apa yang diminta beliau.

Umar bin Khattab kepada orang-orang yang ingin melakukan apa yang diinginkan Nabi berkata, "Inna ar-Rajula Layahjur" yang berarti orang itu mengigau.

Pada hari ini juga Nabi Muhammad Saw pergi ke masjid dan naik ke atas mimbar kemudian membacakan khutbah dan menasihati umat Islam. Pada waktu itu beliau mengajak umat Islam untuk mengikuti al-Quran dan ‘Itrah atau keluarga Nabi.

 

Naseruddin Shah Tandatangani Draf Struktur Pemerintahan Baru

147 tahun yang lalu, tanggal 2 Aban 1251 HS, Naseruddin Shah menandatangani draf struktur pemerintahan baru.

Musyir al-Daulah, Perdana Menteri Naseruddin Shah di hari-hari terakhir dari tahun pertama kekuasaannya menyerahkan draf kepada Naseruddin Shah yang berisikan usulan prinsip-prinsip pembentukan pemerintahan baru di Iran.

Dalam pembukaan draf tersebut disebutkan setiap lembaga pemerintah Iran disebut Hakim Agung agar Shah tidak berpikiran ada upaya untuk membatasi wewenangnya. Dengan pendahuluan semacam ini, pemerintah baru Iran akan memiliki 9 menteri dan seorang perdana menteri.

Draf tersebut sekaligus menjelaskan tugas dan wewenang para menteri dan perdana menteri. Kesembilan departemen tersebut adalah dalam negeri, luar negeri, perang, keuangan, keadilan, sains, manfaat umum, perdagangan dan pertanian serta keistanaan.

Penetapan sebuah departemen yang mengurusi istana dengan sendirinya urusan istana di bawah pengawasan perdana menteri. Dalam kabinet ini, perdana menteri merupakan jabatan tertinggi.

Poin penting lainnya dalam draf ini, para menteri bertanggung jawab kepada perdana menteri dan dengan sendirinya mereka tidak punya hubungan langsung dengan raja.

 

 

PBB

PBB Berdiri

74 tahun yang lalu, tanggal 24 Oktober 1945, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa.

Para wakil dari negara-negara Sekutu pada Perang Dunia Kedua, yaitu Amerika, Uni Soviet, Inggris, dan Perancis, dalam perundingan-perundingan selama perang tersebut telah memulai persiapan pendirian PBB ini. Akhirnya, dalam konfrensi di San Fransisco, Amerika, para wakil dari 50 negara-negara dunia menandatangani piagam pembentukan PBB.

PBB bermarkas tetap di New York. Tujuan utama dididirkannya PBB, seperti yang disinggung dalam piagam PBB, adalah untuk menjaga perdamaian di dunia, mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa, memupuk kerjasama internasional untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya, serta mengembangkan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan.

Tak dapat disangkal bahwa PBB telah melakukan banyak hal yang patut dipuji. Namun, adanya hak veto untuk lima negara anggota tetap dewan keamanan, yaitu AS, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina, telah membuat kebijakan Dewan Keamanan sebagai salah satu badan utama PBB, selalu mengikuti langkah kelima negara tersebut, khususnya Amerika. Sebaliknya, Majelis Umum yang menjadi forum seluruh anggota PBB justru tidak memiliki kekuatan yang berarti dibanding dengan Dewan Keamanan. Ketidakadilan inilah yang telah menghambat keberhasilan PBB dalam mengemban misinya, dan bahkan telah melahirkan protes dari banyak negara anggotanya.