Nov 23, 2019 10:48 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 23 November 2019

Hari ini, Sabtu, 23 November 2019 bertepatan dengan 25 Rabiul Awwal 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Azar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.

Ali bin Husein Bagdadi Meninggal

1005 tahun yang lalu, tanggal 25 Rabiul Awal 436 HQ, Ali bin Husein yang terkenal dengan nama Sayid Murtadha, seorang ulama besar muslim, meninggal dunia.

Sayid Murtadha juga dijuluki sebagai Alamul Huda, karena ketinggian ilmunya. Beliau lahir tahun 355 Hijriah di Bagdad dan sejak muda mulai menuntut berbagai ilmu dari berbagai ulama besar, di antaranya Syeikh Mufid dan Khatib Bagdadi. Sayid Murtadha kemudian  diangkat sebagai hakim dan mengemban tugas ini selama 30 tahun.

Beliau juga mendirikan sebuah perpustakaan besar yang dimanfaatkan oleh para pelajar di kota Bagdad. Selain itu, Sayid Murtadha juga menulis berbagai kitab, yang menurut sejarawan mencapai 66 jilid. Di antara karya beliau berjudul Tanziihul Anbiyaa dan Taqriibul Ushul. Beliau juga meninggalkan sebuah kumpulan syair yang terdiri dari 20.000 bait.

 

Haram imam Ridha

Rezim Pahlevi Serbu Makam Suci Imam Ridha as

41 tahun yang lalu, tanggal 2 Azar 1357 HS, di kota Mashad terjadi aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh rakyat.

Para demonstran memasuki komplek makam suci Imam Ridha as. Tiba-tiba pasukan rezim Pahlevi menembaki rakyat dan sejumlah orang gugur syahid di tempat. Aksi penembakan di komplek makam suci Imam Ridha as itu membuat rakyat semakin marah dan ulama mereaksi keras peristiwa itu.

Imam Khomeini ra dalam sebuah pesannya mengingatkan:

“Pemerintah penjahat dan militeristik diperintah oleh Shah untuk menebar teror dan ketakutan. Satu dari kesalahan terbesar para penjahat dan musuh Islam ini adalah menembaki komplek makam suci Imam Ridha as dengan senapan otomatis.”

Setelah itu, Imam Khomeini ra mengumumkan tanggal 5 Azar sebagai hari berkabung nasional. Setelah Imam Khomeini ra mengeluarkan pesannya, ulama dan marji juga mengeluarkan pesannya mengutuk aksi penembakan di Mashad dan menegaskan perlunya dijadikan hari berkabung nasional.

Stasiun Oxford Circus Terbakar

35 tahun yang lalu, tanggal 23 November 1984, hampir 1.000 penumpang kereta api terperangkap di terowongan penuh asap selama 3 jam ketika stasiun bawah tanah tersibuk di London, Oxford Circus, mengalami kebakaran.

Bantuan segera datang dalam hitungan menit saat lautan api mulai menyeruak. Untungnya tidak ada korban tewas, para penumpang hanya mengalami luka ringan. Akan tetapi, dampak kebakaran tersebut sangat merugikan. Diperkirakan, stasiun tersebut baru bisa dijalankan secara normal dalam beberapa hari kemudian.

Kebakaran terjadi pada pukul 22.20 GMT di terowongan yang menghubungkan Bakerloo dan Victoria. Penyebab kebakaran diperkirakan karena terjadi korsleting pada kereta atau kekeliruan mekanisme pengabelan di terowongan tersebut. Seluruh pihak menderita karena asap pekat yang memenuhi terowongan.

Juru bicara pemadam kebakaran mengatakan api telah menghancurkan sebuah kereta kosong, membakar kawasan titik persilangan antara Bakerloo dan Victoria, serta merusak terowongan sepanjang 5 kilometer.