Lintasan Sejarah 1 Desember 2019
-
1 Desember 2019
Hari ini, Ahad, 1 Desember 2019 bertepatan dengan 4 Rabiul Tsani 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Azar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.
Abu Bakar Muhammad Anbari lahir kedunia
928 tahun yang lalu, tanggal 4 Rabiul Tsani 513 HQ, Abu Bakar Muhammad Anbari seorang fakih, ahli hadis, dan pakar nahwu dan sastra, terlahir ke dunia.
Sejak usia muda, Anbari memperdalam ilmu agama dan menimba ilmu Nahwu dan sastra dari ayahnya. Setelah mempelajari berbagai ilmu Anbari kemudian mengajar dan banyak murid yang menimba ilmu darinya.
Dia adalah seorang fakih dan pakar nahwu terkenal. Diantara karyanya adalah buku Manshur Al Fawaid.
Ayatullah Modarres Gugur Syahid
87 tahun yang lalu, tanggal 10 Azar 1311 HS, Ayatullah Sayid Hassan Modarres, seorang ulama pejuang Iran gugur syahid di tangan para antek rezim despotik Reza Khan.
Ayatullah Modarres dilahirkan di kota Kahsmer, barat laut Iran pada tahun 1860. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau melanjutkan belajar ke Hauzah Ilmiah di kota Najaf, Irak. Di kota itu, beliau menuntut ilmu dari ulama-ulama besar seperti Ayatullah Mirza Shirazi. Sekembalinya ke Iran, Ayatullah Modarres memulai perjuangannya dalam menentang rezim Shah.
Perjuangan beliau semakin meningkat setelah terpilih sebagai anggota parlemen Iran periode ketiga. Beliau dengan gigih memperjuangkan agar hukum Islam ditegakkan dan agar Iran terlepas dari cengkeraman imperialisme. Hal inilah yang membuat Shah Reza Pahlevi amat membencinya dan berkali-kali berupaya melakukan pembunuhan terhadap beliau.
Banyak orang yang meminta agar Ayatullah Modares meninggalkan dunia politik karena urusana agama dan politik tidak ada kaitannya. Menjawab kritikan ini, Ayatullah Modarres menjawab, "Politik itu agama dan agama itu politik."
Antartika, Benua Bebas Militer
60 tahun yang lalu, tanggal 1 Desember 1959, sebanyak 12 negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet, menyetujui Perjanjian Antartika.
Perjanjian tersebut melarang segala aktivitas militer dan pengujian senjata di Benua Antartika. Perjanjian Antartika menjadi perjanjian pengendalian senjata pertama yang ditandatangani dalam periode Perang Dingin. Sejak 1800-an, sejumlah negara termasuk Inggris, Australia, Cile, dan Norwegia mengklaim sebagai pemilik Benua Antartika.
Klaim-klaim itu menyebabkan perselisihan diplomatik dan bentrokan senjata. Pada 1948 angkatan perang militer Argentina menembaki tentara Inggris di wilayah yang sama-sama mereka klaim. Insiden tersebut membuat Uni Soviet tertarik kepada benua ini.
Hal tersebut diketahui AS sehingga memacu AS untuk mengusulkan agar benua tersebut berada dalam pengawasan PBB. Tetapi, gagasan itu ditolak.
Pada 1950-an beberapa pejabat AS mulai memberikan tekanan agar Amerika bertindak lebih aktif mengenai Antartika, sebab mereka percaya bahwa benua tersebut memiliki potensi untuk digunakan sebagai lahan pengujian nuklir. Tetapi, Presiden Dwight D Eisenhower mengambil pendekatan yang berbeda.
Ia malah bekerja sama dengan Uni Soviet untuk mengeluarkan perjanjian yang menjadikan Antartika sebagai zona bebas militer. Perjanjian itu mulai berlaku pada Juni 1961.