Demam Bitcoin di Dunia (2)
https://parstoday.ir/id/radio/world-i54156-demam_bitcoin_di_dunia_(2)
Sejumlah platform online sedang menguji pembayaran dengan mata uang BitCoin, antara lain WordPress, Reddit, Namecheap, Mega, dan Zynga. Namun, sejumlah negara melarang transaksi dengan Bitcoin.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2018 15:40 Asia/Jakarta

Sejumlah platform online sedang menguji pembayaran dengan mata uang BitCoin, antara lain WordPress, Reddit, Namecheap, Mega, dan Zynga. Namun, sejumlah negara melarang transaksi dengan Bitcoin.

BitCoin ada di internet, dan internet ada di semua negara. Karenanya, pengguna BitCoin bisa berasal dari negara mana saja di dunia. Yang masih menjadi masalah, tidak semua negara mengakui BitCoin. Pemerintah Cina, misalnya, melarang semua lembaga keuangan menerima transaksi menggunakan BitCoin. Sementara Uni Eropa bersikap pesimis, karena menilai BitCoin lebih mudah dicuri.

Dari sisi investasi, BitCoin juga dipandang buruk karena nilai mata uang tersebut hanya ditentukan berdasarkan permintaan pasar, dan memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi. Selain Cina, negara lain yang juga tidak mengakui BitCoin sebagai alat tukar adalah Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Bank sentral Malaysia memperingatkan masyarakat dalam memanfaatkan mata uang digital BitCoin, dengan merilis pernyataan, “Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Malaysia. Bank sentral tidak mengatur operasi BitCoin. Karena itu, publik disarankan berhati-hati dari risiko yang terkait penggunaan mata uang digital tersebut.”

BitCoin

Colbert Lau, pendiri BitCoin Malaysia, menyatakan tidak terlalu khawatir dengan penyataan bank sentral Malaysia. Kepada The Guardian, ia mengatakan, “Ini mirip sikap yang diambil Otoritas Moneter Singapura sebelumnya. Sementara Bank Thailand memiliki larangan langsung. Bank Negara Malaysia (BNM) tidak melarang penggunaan, atau mengatakan bahwa BitCoin ilegal.”

Bank sentral Singapura memutuskan tidak mengintervensi bisnis yang memilih menggunakan mata uang virtual BitCoin sebagai alat pembayaran. Pada Desember 2013, bank sentral Cina mengatakan Bitcoin “tidak memiliki arti nyata” dan tidak memiliki perlindungan hukum. Peringatan pemerintah Cina diikuti dengan larangan proses transaksi menggunakan Bitcoin oleh pihak ketiga dan lembaga keuangan.

Pengumuman yang dilontarkan bank sentral Cina sempat membuat nilai BitCoin anjlok. Namun, masyarakat Cina masih dibebaskan memanfaatkan BitCoin dengan risiko yang ditanggung sendiri.

Investor miliarder dan manajer lamanya Charlie Munger, dua investor paling sukses di dunia, mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah berinvestasi dalam koin digital seperti Bitcoin. Investor miliarder Warren Buffett mengatakan bahwa dia tidak akan pernah berinvestasi di Bitcoin atau cryptocurrencies lainnya, dan memperkirakan aset yang sangat populer berada dalam kejatuhan.

“Saya katakan bahwa kripto-kripto akan sampai ke akhir yang buruk,” kata Buffett kepada CNBC dalam sebuah wawancara. Komentar Buffett didukung oleh Charlie Munger, mitra lamanya di perusahaan investasinya Berkshire Hathaway, yang menggambarkan nilai melonjak Bitcoin dan kripto yang lainnya sebagai “gelembung”. Munger mengatakan bahwa investor “sangat antusias karena banyak hal naik pada saat ini dan kedengarannya samar-samar modern. Tapi aku tidak bersemangat. ”

Munger telah menjadi pengkritik kripto yang terus-menerus, yang telah meningkat nilainya dalam beberapa bulan terakhir. Tahun lalu dia mengatakan nilai melonjaknya mata uang adalah “kegilaan total”. Dia mengatakan kepada audiensi di Ross School of Business Universitas Michigan: “Saya pikir sangat asin bahkan berhenti sejenak untuk memikirkannya. Orang jahat, gelembung gila, ide buruk, memikat orang ke konsep kekayaan mudah tanpa banyak wawasan atau pekerjaan. ”

Komentar Buffett datang saat pengusaha berusia 87 tahun itu mengumumkan bahwa dia telah menunjuk dua penerus potensial: Gregory Abel, chief executive Berkshire Hathaway Energy, dan Ajit Jain, kepala reasuransi Berkshire.

BitCoin

Kritik dari dua investor paling sukses di dunia datang karena lebih banyak perusahaan menumpuk menjadi kriptocurrencies. Sementara itu, Kodak mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan cryptocurrency sendiri, KodakCoin, dalam sebuah langkah yang melipatgandakan harga saham perusahaan yang sedang berjuang.

Kodak, yang muncul dari kebangkrutan pada tahun 2012 dan telah berjuang untuk mendapatkan kembali pijakannya sejak saat itu, mengatakan bahwa tindakan tersebut akan memungkinkan pembayaran fotografer untuk melisensikan pekerjaan mereka menggunakan KodakCoin.

Perusahaan minuman ringan AS yang maya mengubah namanya menjadi uang tunai di mania bitcoin. Halo cryptocurrency juga bagus untuk perusahaan lain. Sebelumnya, saham perusahaan minuman ringan AS kecil meningkat empat kali lipat setelah berganti nama dari Long Island Iced Tea Corp menjadi Long Blockchain Corporation – merujuk pada teknologi ledger yang menjadi basis transaksi berbasis kripto dan transaksi berbasis kriptografi lainnya.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya merencanakan untuk mengumpulkan $ 8,4 juta dalam penawaran saham dan menggunakan sebagian uang tunai untuk diinvestasikan dalam mesin pertambangan bitcoin. Minggu ini pihaknya mengumumkan akan membatalkan penjualan saham namun masih berencana untuk membeli mesin tersebut. Namun, itu tidak menentukan bagaimana hal itu akan membayar mereka.

Sementara itu setelah sempat menembus level US$10.000 bitcoin dilaporkan mengalami penurunan harga. Bitcoin dilaporkan terus melemah bahkan turun di bawah level US$7.000 untuk pertama kalinya sejak November 2017 dan menyeret mata uang digital lainnya turun.

Pelemahan ini menyusul meningkatnya reaksi dari bank sentral dan regulator pemerintahan terhadap kegilaan spekulatif yang membuat harga cryptocurrency meroket tahun lalu.

Mata uang digital terbesar ini diperdagangkan pada level US$6.777 pada 6 Februari 2018 pukul 6.20 WIB menurut data Coinbase.  Bitcoin telah merosot sekitar 65% dari rekor tertinggi US$19.511 pada bulan Desember 2017. Koin lain, yang juga disebut altcoins, juga merosot, dengan Ripple turun hingga 21%. Ethereum dan Litecoin juga melemah.

"Meskipun tidak ada faktor fundamental yang memicu pelemahan ini, pertumbuhan parabolik yang dialami pasar ini melambat pada titik tertentu," ungkap Lucas Nuzzi, analis senior di Digital Asset Research, seperti dikutip Bloomberg.

Sejumlah berita negatif telah menekan harga aset digital ini dalam sepekan terakhir. Lloyds Banking Group Plc bergabung dengan sejumlah penerbit kartu kredit besar termasuk JPMorgan Chase & Co. dan Bank of America Corp serta mengatakan bahwa mereka menghentikan pembelian cryptocurrency dengan kartu yang diterbitkan.

Kepala SEC, Jay Clayton mengatakan bahwa dia mendukung upaya untuk memberikan kejelasan terhadap masalah mata uang digital dan bahwa peraturan yang ada tidak dirancang dengan pemikiran perdagangan semacam itu, menurut naskah yang dipersiapkan untuk sidang Komite Perbankan Senat mengenai mata uang virtual.

Pelemahan Bitcoin sejak Natal tahun lalu bertepatan dengan investor yang berangsur keluar dari aset berisiko di seluruh pasar modal, dengan busa saham mundur di seluruh dunia.

Regulator di sejumlah negara juga berusaha mengontrol perdagangan aset berisiko ini. China akan memblokir semua situs web, termasuk platform luar negeri, terkait dengan perdagangan cryptocurrency dan penawaran koin perdana (initial coin offering/ICO) dalam upaya untuk meredakan spekulasi di pasar, menurut laporan South China Morning Post yang dilansir Bloomberg.

BitCoin

Sementara itu, Yonhap News melaporkan Korea Utara sedang mencoba untuk meretas program Korea Selatan yang terkait mata cryptocurrency untuk mencuri mata uang digital.

Selain itu, pihak berwenang di Korea Selatan dan negara-negara lain mempertimbangkan peningkatan pengawasan dan peraturan terhadap industri ini, yang memicu aksi jual yang sedang berlangsung. Namun, sejumlah pendukung Bitcoin tetap tidak peduli terhadap sejumlah sentimen negatif tersebut

"Ada beberapa katalisator: orang-orang yang membayar pajak, dan pembalikan tren secara umum. Secara keseluruhan, pelemahan ini tergolong sehat mengingat reli penguatan pada bulan November-Januari," ungkap Kyle Samani, managing partner di hedge fund cryptocurrency, Multicoin Capital.