262 Jurnalis Syahid di Gaza: Darah Menggugat, Dunia Masih Diam
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189330-262_jurnalis_syahid_di_gaza_darah_menggugat_dunia_masih_diam
Pars Today - Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza mengumumkan bahwa sejak perang dimulai pada Oktober 2023 hingga kini, 262 jurnalis dan aktivis media telah syahid di jalur tersebut.
(last modified 2026-05-03T07:07:14+00:00 )
May 03, 2026 14:06 Asia/Jakarta
  • Jurnalis yang gugur syahid di Gaza
    Jurnalis yang gugur syahid di Gaza

Pars Today - Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza mengumumkan bahwa sejak perang dimulai pada Oktober 2023 hingga kini, 262 jurnalis dan aktivis media telah syahid di jalur tersebut.

Dilansir Pars Today dari situs berita Palestina Arab48, 3 Mei 2026, Kantor Media Pemerintah Gaza dalam pernyataannya menyambut Hari Kebebasan Pers Sedunia (3 Mei) mengumumkan bahwa sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023 hingga sekarang, 262 jurnalis dan aktivis media telah gugur, sementara 420 jurnalis mengalami luka-luka.

Berdasarkan pernyataan tersebut, luka-luka yang dialami meliputi cedera parah yang mengakibatkan amputasi anggota tubuh dan kecacatan permanen. Sejak saat itu hingga kini, sekitar 50 jurnalis ditahan dengan perlakuan paling keras. Tiga jurnalis masih dinyatakan hilang, dan menurut lembaga tersebut, nasib mereka masih belum jelas.

Lembaga Palestina itu menegaskan bahwa tindakan-tindakan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyerukan kepada komunitas internasional serta lembaga-lembaga media dan HAM untuk mengambil langkah-langkah praktis dan segera guna menghentikan penargetan terhadap jurnalis Palestina, menyediakan perlindungan internasional yang mendesak bagi mereka, serta menuntut para pelaku tindakan ini di pengadilan internasional yang berwenang.

Lembaga tersebut juga menyebut Israel bertanggung jawab langsung atas penargetan, pembunuhan, dan penahanan terhadap para jurnalis. Mereka menegaskan bahwa sikap diam komunitas internasional terhadap tindakan-tindakan ini merupakan pelemahan berbahaya terhadap sistem peradilan internasional.

262 jurnalis tewas, 420 luka-luka, puluhan ditahan dan hilang, semuanya terjadi di Gaza dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti sistematis bahwa profesi pelindung kebenaran telah menjadi sasaran. Keadilan internasional yang diam bukan hanya gagal melindungi, tetapi turut andil dalam membiarkan kejahatan perang terus berulang.(sl)