Israel Gunakan Protokol Hannibal saat Serang Gaza 7 Oktober
-
Tentara Israel
Parstoday- Mantan menteri perang rezim Zionis mengakui penggunaan Protokol Hannibal yang mengerikan oleh rezim ini pada 7 Oktober.
Protokol Hannibal adalah nama prosedur kontroversial yang digunakan oleh militer Israel untuk mencegah warga negara rezim ilegal ini jatuh ke tangan pasukan musuh. Menurut salah satu versi, protokol tersebut menyatakan bahwa "penculikan harus dihentikan dengan segala cara, bahkan dengan mengorbankan dan melukai pasukan sendiri."
Dalam statistik terbarunya, tentara Israel mengakui tewasnya puluhan tentara rezim ini dalam insiden non-operasional dan akibat baku tembak antara tentara Israel sendiri, atau yang disebut "tembakan teman" sejak dimulainya perang genosida rezim Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Menurut laporan Parstoday mengutip Mehr News Agency (MNA), Yoav Galant, mantan menteri perang Israel untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang Gaza mengakui, militer Israel dalam serangan 7 Oktober 2023 ke Gaza menerapkan Protokol Hannibal, dan 1.200 Zionis dalam serangan Hamas ke rezim ini sejatinya tewas di tangan pasukan Israel sendiri.
Koran Haaretz Israel baru-baru ini mengumumkan, 71 tentara Zionis di Gaza dan lima tentaranya di Lebanon terbunuh dalam insiden non-operasional, di mana di antara mereka, 30 orang tewas ditembak teman sendiri.
Selain itu, 1.629 perwira dan tentara Zionis selama insiden operasi di medan tempur Gaza juga terluka.
Sebelumnya, Kepala Staf Umum Militer Israel, Eyal Zamir mengumumkan bahwa 5.942 keluarga Zionis lainnya ditambahkan ke daftar keluarga militer yang berduka selama perang Gaza, dan lebih dari 15.000 orang yang terluka dirujuk ke pusat rehabilitasi. (MF)