Pejabat Medis Gaza Peringatkan Memburuknya Situasi Layanan Kesehatan
-
Ambulans di Gaza
Pars Today - Seorang pejabat medis di Gaza, merujuk pada memburuknya situasi layanan kesehatan di wilayah ini mengatakan, "Sejak awal krisis, sektor kesehatan telah menyaksikan hampir runtuhnya layanan rumah sakit dan pusat kesehatan, yang menyebabkan terhentinya layanan penting, termasuk kemoterapi, radiologi, dan pencitraan serta diagnostik canggih seperti MRI."
Menurut laporan IRNA pada hari Selasa (20/01/2026), yang dikutip oleh kantor berita Shehab, Mohammed Abu Nada, direktur medis Pusat Kanker Gaza, mengatakan, "Situasi layanan kesehatan di kota ini memburuk secara luar biasa dan dahsyat karena agresi berkelanjutan dan pembatasan ketat yang diberlakukan oleh rezim Zionis terhadap masuknya pasokan medis dan obat-obatan penting."
Abu Nada menambahkan, "Bagian laboratorium dari banyak pusat kesehatan juga terganggu, dan obat-obatan untuk penyakit kronis kekurangan pasokan. Situasi ini secara langsung memengaruhi kualitas layanan kesehatan dan pasien tidak mendapatkan dukungan yang efektif."
Ia menyinggung terkait peningkatan jumlah apa yang disebutnya sebagai “kuburan sunyi”, dan mengatakan bahwa banyak pasien sekarang sangat membutuhkan perjalanan ke luar Jalur Gaza untuk diagnosis dan pengobatan, tetapi hal ini menghadapi hambatan administratif dan keamanan yang signifikan.
Larangan masuknya obat kemoterapi, anestesi, perlengkapan bedah, antibiotik, obat-obatan khusus, dan bahan laboratorium penting telah sangat mengurangi kapasitas fasilitas medis, sehingga memerlukan intervensi mendesak.
Ia menekankan bahwa situasi ini tidak hanya mengancam pasien, tetapi juga menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan seluruh penduduk Gaza dan mendorong sistem kesehatan menuju kehancuran.
Ia menyerukan kepada badan-badan internasional, organisasi hak asasi manusia, lembaga kesehatan global, dan semua pihak yang peduli dengan masalah kemanusiaan, terutama mereka yang terlibat dalam gencatan senjata, untuk segera menekan otoritas pendudukan agar mengizinkan semua pasokan medis dan obat-obatan dikirim tanpa batasan dan mengizinkan pasien untuk bepergian ke luar Gaza untuk diagnosis dan pengobatan, sebelum lebih banyak orang yang berpotensi diselamatkan meninggal dunia.(sl)