Pemerintah Sementara Suriah dan SDF Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184630-pemerintah_sementara_suriah_dan_sdf_saling_tuding_langgar_gencatan_senjata
Pars Today - Sehari setelah perpanjangan gencatan senjata selama 15 hari, pemerintah sementara Suriah dan milisi yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah (SDF) saling menuduh melakukan pelanggaran luas terhadap perjanjian gencatan senjata.
(last modified 2026-01-26T05:05:09+00:00 )
Jan 26, 2026 12:02 Asia/Jakarta
  • Pasukan SDF
    Pasukan SDF

Pars Today - Sehari setelah perpanjangan gencatan senjata selama 15 hari, pemerintah sementara Suriah dan milisi yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah (SDF) saling menuduh melakukan pelanggaran luas terhadap perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan IRNA pada Senin (26/01/2026) pagi mengutip Russia Today TV, Departemen Informasi dan Komunikasi Kementerian Pertahanan Pemerintah Sementara Suriah mengumumkan bahwa tentara Suriah berhasil menembak jatuh beberapa drone bunuh diri milik SDF sebelum mereka menargetkan jalan dan rumah-rumah warga sipil di sekitar kota Ain Al-Arab (Kobani) di Aleppo timur.

Departemen ini menambahkan bahwa SDF meluncurkan lebih dari 25 drone bunuh diri dari posisinya di sekitar kota Ain Al-Arab, sebagian besar menargetkan rumah dan jalan di daerah Sirin, melukai beberapa orang.

Organisasi operasi militer pemerintah sementara Suriah juga melaporkan bahwa peningkatan bentrokan menyebabkan hancurnya empat kendaraan militer milik tentara.

Laporan ini mencatat bahwa SDF telah berulang kali menargetkan jalan M4 dan desa-desa sekitarnya, mengakibatkan sejumlah warga sipil terluka.

Organisasi Operasi Angkatan Darat Pemerintah Sementara Suriah menambahkan bahwa mereka sedang meneliti opsi untuk operasi lapangan sebagai tanggapan terhadap penargetan warga sipil dan posisi militer mereka dan akan mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal ini.

Di sisi lain, Pusat Media Pasukan Demokratik Suriah mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa meskipun perjanjian gencatan senjata telah diterapkan sejak Sabtu (24/01) malam, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Damaskus terus melakukan pelanggaran serius dan berulang terhadap daerah pemukiman di daerah Al-Jazeera dan Kobani, yang merupakan pelanggaran yang jelas dan eksplisit terhadap ketentuan perjanjian dan ancaman langsung terhadap keamanan warga sipil dan stabilitas kawasan.

SDF menyerukan kepada pihak-pihak penjamin perjanjian gencatan senjata untuk memenuhi tanggung jawab penuh mereka dalam menghentikan pelanggaran ini, untuk memaksa kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Pemerintah Sementara Suriah agar sepenuhnya mematuhi perjanjian dan untuk mendukung warga sipil tanpa penundaan atau kelalaian.

Pemerintah sementara Suriah dan SDF sepakat pada Sabtu malam untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata selama 15 hari guna memberikan waktu yang cukup untuk penyelesaian operasi AS untuk memindahkan tahanan ISIS ke Irak.

Washington dalam beberapa hari terakhir telah memulai operasi untuk memindahkan ribuan tahanan ISIS yang ditahan di Suriah yang sebelumnya berada di penjara yang dikuasai SDF ke Irak.

Pemerintah sementara Suriah dan SDF menandatangani perjanjian pada 18 Januari 2026, di mana gencatan senjata akan diberlakukan dan elemen serta lembaga SDF akan diintegrasikan ke dalam pemerintah Suriah.

Namun, SDF terus melakukan pelanggaran yang digambarkan oleh pemerintah Suriah sebagai konflik berbahaya.

Perjanjian itu dicapai setelah operasi militer oleh tentara Pemerintah Sementara Suriah, di mana wilayah luas di timur dan timur laut negara itu direbut kembali setelah perjanjian yang ditandatangani dengan pemerintah sementara pada Maret 2025.(sl)