AS Peringati Irak Soal Pemilihan Perdana Menteri yang Dekat dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184646-as_peringati_irak_soal_pemilihan_perdana_menteri_yang_dekat_dengan_iran
Pars Today - Sementara Parlemen Irak sedang mempersiapkan sidang mengenai Perdana Menteri Nouri Al-Maliki, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ikut campur dalam urusan internal negara ini melalui telepon dengan Mohammed Shia' Al-Sudani.
(last modified 2026-01-28T10:02:05+00:00 )
Jan 26, 2026 14:35 Asia/Jakarta
  • Nouri Al-Maliki
    Nouri Al-Maliki

Pars Today - Sementara Parlemen Irak sedang mempersiapkan sidang mengenai Perdana Menteri Nouri Al-Maliki, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ikut campur dalam urusan internal negara ini melalui telepon dengan Mohammed Shia' Al-Sudani.

Menurut laporan FNA, Menteri Luar Negeri AS memperingatkan Irak terkait pemilihan perdana menteri Irak yang dekat dengan Iran.

Menurut pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS, Rubio mengatakan kepada Al-Sudani, "Pemerintah yang berada di bawah kendali Iran tidak dapat memprioritaskan kepentingan Irak."

Kerangka Koordinasi Syiah Irak, blok parlemen terbesar di negara ini secara resmi mencalonkan Nouri Al-Maliki sebagai kandidat perdana menteri mereka. Sidang parlemen mengenai masalah ini dijadwalkan akan diadakan pada hari Selasa (27/01/2026).

Menurut Washington, Menteri Luar Negeri AS memuji “inisiatif dan kepemimpinan pemerintah Irak dalam mempercepat pemindahan dan penahanan teroris ISIS ke fasilitas yang aman di Irak, menyusul ketidakstabilan baru-baru ini di Suriah timur laut”.

Menurut Kemenlu AS, Rubio dan Al-Sudani membahas upaya diplomatik untuk memastikan pemulangan warga negara (dari berbagai negara anggota ISIS) di Irak dan penuntutan mereka oleh negara-negara tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, yang ikut campur dalam urusan internal Irak, berbicara dengan Al-Sudani tentang “negosiasi Irak yang sedang berlangsung untuk membentuk pemerintahan”.

Menurut Washington, mereka “menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk memastikan bahwa Irak dapat sepenuhnya mewujudkan potensinya sebagai kekuatan untuk stabilitas, kemakmuran, dan keamanan di Timur Tengah”.

“Pemerintahan yang dikendalikan oleh Iran tidak dapat berhasil memprioritaskan kepentingan Irak, menjaga Irak agar tidak terlibat dalam konflik regional, atau memajukan kemitraan yang saling menguntungkan antara Amerika Serikat dan Irak,” kata Rubio kepada Al-Sudani.(sl)