Kongres AS Lumpuh Akibat Friksi Internal Partai Republik
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i192362-kongres_as_lumpuh_akibat_friksi_internal_partai_republik
Pars Today – Friksi internal Partai Republik kembali menimbulkan gangguan aktivitas kongres Amerika Serikat.
(last modified 2026-07-01T10:20:40+00:00 )
Jul 01, 2026 17:17 Asia/Jakarta
  • Kongres AS
    Kongres AS

Pars Today – Friksi internal Partai Republik kembali menimbulkan gangguan aktivitas kongres Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Pars Today mengutip Kantor Berita Tasnim; Perselisihan internal Partai Republik sekali lagi mengganggu jalannya kegiatan Kongres AS; sehingga para pemimpin partai ini pada hari Selasa (30/6), dengan adanya penolakan dari sejumlah anggota parlemen garis keras, membatalkan pemungutan suara mengenai beberapa RUU penting dan memulai masa liburan musim panas Kongres lebih awal dari jadwal.

 

Krisis ini meningkat setelah para anggota parlemen garis keras menyatakan bahwa mereka akan menahan dukungan terhadap RUU lainnya sampai RUU "Selamatkan Amerika" (SAVE America Act), salah satu prioritas utama Donald Trump di bidang reformasi pemilu, diajukan di Senat. RUU ini mensyaratkan pendaftaran pemilih dengan menunjukkan bukti kewarganegaraan dan kartu identitas berfoto.

 

Menyusul perselisihan ini, pembahasan anggaran Departemen Pertahanan, anggaran Departemen Luar Negeri, dan beberapa RUU lainnya dikeluarkan dari agenda Kongres. Upaya Mike Johnson, Ketua Kongres, untuk menggabungkan RUU ini ke dalam anggaran pertahanan juga gagal; karena 14 anggota Republik bergabung dengan Demokrat untuk memberikan suara menolaknya.

 

Berdasarkan laporan, sebagian anggota parlemen garis keras, selain RUU ini, juga tidak puas dengan penundaan pembahasan RUU terkait imigrasi. Sebaliknya, beberapa anggota Republik dari kalangan moderat juga menolak sejumlah RUU karena alasan daerah pemilihan mereka.

 

Sementara itu, Donald Trump telah turun tangan untuk mengakhiri perselisihan internal partai, tetapi upayanya juga belum mampu memaksa kelompok garis keras untuk mundur. Seorang anggota faksi ini mengkritik para pemimpin partai dengan mengatakan: "Mereka tidak menepati janji yang telah mereka buat."

 

Para pengamat politik meyakini bahwa berlanjutnya perselisihan antara faksi garis keras dan para pemimpin Republik, dalam situasi di mana partai ini menguasai lembaga-lembaga kekuasaan utama, dapat menempatkan posisi Partai Republik dalam menghadapi pemilihan paruh waktu Kongres pada tantangan serius. (MF)