Iran Serang Pangkalan AS; Minyak Melonjak 2,8% ke 90 Dolar
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i195960-iran_serang_pangkalan_as_minyak_melonjak_2_8_ke_90_dolar
Pars Today – Harga minyak mentah menyusul serangan ke Pulau Larak dan respons balik Iran, mengalami kenaikan lebih dari 2 persen yang menempatkan pasar pada jalur kenaikan baru.
(last modified 2026-08-31T09:09:55+00:00 )
Aug 31, 2026 16:06 Asia/Jakarta
  • Harga minyak meroket
    Harga minyak meroket

Pars Today – Harga minyak mentah menyusul serangan ke Pulau Larak dan respons balik Iran, mengalami kenaikan lebih dari 2 persen yang menempatkan pasar pada jalur kenaikan baru.

Menurut laporan Mehr yang dikutip dari Reuters, harga minyak mentah menyusul eskalasi ketegangan militer antara Iran dan Amerika, pada hari Senin (31/8) mengalami kenaikan lebih dari 2 persen. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 2,14 dolar (setara 2,85 persen), mencapai 90,24 dolar per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika juga naik 1,80 dolar (setara 2,55 persen), diperdagangkan pada level 85,53 dolar.

 

Lonjakan harga ini terjadi setelah pasukan-pasukan Amerika pada Minggu malam menyerang Pulau Larak Iran di Selat Hormuz; sebuah tindakan yang dianggap sebagai konfrontasi langsung pertama Amerika terhadap Iran sejak akhir Juli. Iran juga sebagai respons terhadap tindakan ini, menargetkan dua pangkalan udara Amerika di Yordania dengan serangan rudal.

 

Prospek Kenaikan Harga Energi di Bawah Bayang-bayang Perang

 

Tony Sycamore, analis pasar dari grup IG, dengan merujuk pada masuknya ke fase baru eskalasi ketegangan, mengatakan bahwa menentukan durasi konflik-konflik ini sulit dan dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Ia menambahkan bahwa menurut analisis-analisis teknikal, jika harga minyak Amerika melewati resistensi 85,90 dolar, jalur untuk kenaikan lebih lanjut akan terbuka; sehingga target pertama adalah level 87,69 dolar dan target berikutnya adalah puncak Juli yaitu 93,50 dolar.

 

Kebuntuan Negosiasi dan Kekhawatiran di Jalur Pelayaran

 

Sementara para mediator berupaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, negosiasi untuk mengakhiri konflik-konflik telah menemui kebuntuan. Perlu dicatat bahwa Selat Hormuz sebelum dimulainya konflik pada bulan Februari, menjadi tuan rumah seperlima minyak dunia.

 

Data-data pelayaran menunjukkan bahwa jumlah kapal-kapal yang terlihat di Selat Hormuz telah berkurang menjadi lima kapal per hari, yang menunjukkan tingginya kewaspadaan perusahaan-perusahaan transportasi terhadap serangan-serangan potensial. Juga, Administrasi Operasi Maritim Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal tanker pada hari Sabtu saat melintasi selat ini, menjadi sasaran serangan.

 

Sementara itu, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengumumkan bahwa minyak dari kesepakatan terbaru dengan Venezuela, akan digunakan untuk membangun kembali cadangan-cadangan strategis Amerika yang telah mencapai tingkat terendah dalam 44 tahun terakhir. (MF)