Jun 06, 2024 14:14 Asia/Jakarta

Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menulis surat pada 25 Mei 2024 kepada mahasiswa pro-Palestina sekaligus memberi dukungan dan apresiasi kepada mereka.

Teks Lengkap Surat Rahbar sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saya menulis surat ini kepada para pemuda yang kesadarannya telah menggerakkan mereka untuk membela para wanita dan anak-anak Gaza yang tertindas.

Para mahasiswa di Amerika Serikat yang terhormat, surat ini adalah ungkapan empati dan solidaritas kami kepada kalian. Dunia sedang memasuki babak sejarah yang baru. Ketahuilah bahwa saat ini kalian berdiri di sisi sejarah yang benar.

Saat ini kalian telah menjadi bagian dari Front Perlawanan. Kalian telah menginisiasi perjuangan yang menjunjung tinggi kehormatan meski harus menghadapi tekanan kejam pemerintahan kalian yang secara terbuka mendukung rezim penjajah dan kejam Zionis.

Front Besar Perlawanan yang berada di tempat yang jauh dari kalian, telah terlibat dalam perjuangan yang sama selama bertahun-tahun dengan pemahaman dan perasaan yang sama dengan kalian hari ini. Tujuan perjuangan ini adalah untuk mengakhiri penindasan terang-terangan yang telah dilakukan oleh jaringan teroris brutal bernama ZIONISME terhadap bangsa Palestina selama bertahun-tahun. Setelah merebut negara bangsa Palestina, rezim Zionis menempatkan mereka di bawah segala bentuk tekanan dan penyiksaan yang paling berat. Aksi Genosida rezim apartheid Zionis yang kalian saksikan hari ini adalah kelanjutan dari perilaku penindasan ekstrem yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Palestina adalah tanah yang merdeka dengan sejarah panjang dan bangsa yang terbentuk dari Muslim, Kristen, dan Yahudi. Setelah Perang Dunia, jaringan kapitalis Zionis secara bertahap membawa masuk beberapa ribu teroris zionis ke tanah Palestina dengan bantuan pemerintah Inggris. Teroris-teroris ini menyerang kota dan desa, membantai puluhan ribu orang atau mengusir mereka ke negara-negara tetangga. Rumah, bisnis, dan lahan pertanian mereka direbut, kemudian membentuk pemerintahan di tanah Palestina yang dirampas dan menamakannya “Israel”.

Setelah bantuan Inggris pada awal-awal pendudukan, Amerika Serikat menjadi pendukung terbesar rezim penjajah ini. AS memberikan dukungan politik, ekonomi, dan militer tanpa henti. AS bahkan secara sembrono membuka jalan dan memberi bantuan untuk memproduksi senjata nuklir, hal yang sangat berbahaya dan tidak bisa dimaafkan.

Sejak awal, rezim Zionis menggunakan kebijakan tangan besi terhadap rakyat Palestina yang tak berdaya. Seiring berjalannya waktu, mereka terus meningkatkan kebrutalan, teror, dan represi tanpa mengindahkan nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan agama dari hari ke hari.

Pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya bahkan menolak untuk sekedar mengerutkan dahi apalagi mengecam tindak terorisme negara dan penindasan Israel yang terus berlangsung hingga kini. Sebagian pernyataan pemerintah AS saat ini terkait kejahatan mengerikan yang terjadi di Gaza adalah kemunafikan, alih-alih kenyataan.

Front Perlawanan lahir dari atmosfer yang gelap dan putus asa, dan pembentukan pemerintahan Republik Islam di Iran memperluas dan memperkuat front ini.

Elit global Zionis, yang memiliki sebagian besar perusahaan media AS dan Eropa atau di bawah pengaruh dan suap mereka, telah mencap perlawanan yang berani dan humanis sebagai “terorisme”. Apakah bangsa yang membela dirinya di tanah mereka sendiri melawan kejahatan penjajah Zionis adalah teroris? Dan apakah bantuan kemanusiaan untuk bangsa seperti itu dan memperkuat mereka, berarti membantu terorisme?

Para pemimpin hegemoni global tanpa ampun mendistorsi bahkan konsep-konsep kemanusiaan. Mereka berusaha menampilkan rezim Israel yang kejam dan teroris sebagai yang membela diri. Pada saat yang sama menyebut perlawanan Palestina yang membela kebebasan, keamanan, dan hak untuk menentukan nasib sendiri, sebagai “teroris”!

Saya ingin memastikan kepada kalian bahwa hari ini situasi sedang berubah. Nasib yang berbeda menanti wilayah Asia Barat yang sensitif ini. Kesadaran masyarakat telah bangkit dalam skala global dan kebenaran mulai terungkap. Front Perlawanan sudah kuat dan akan menjadi lebih kuat lagi. Sejarah juga sedang memasuki lembaran baru.

Selain gerakan kalian, para mahasiswa dari puluhan universitas Amerika, gerakan-gerakan kebangkitan seperti ini juga terjadi di negara-negara lain di kalangan akademisi dan masyarakat umum. Dukungan dan solidaritas para dosen kalian adalah sesuatu yang penting dan sangat berpengaruh. Ini dapat memberikan sedikit ketenangan dalam menghadapi kebrutalan polisi dan tekanan pemerintah terhadap kalian. Saya juga berempati dengan kalian dan menghargai kegigihan kalian.

Pelajaran Al-Qur’an bagi kita umat Islam dan seluruh umat manusia adalah selalu berdiri tegak di jalan kebenaran: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar”. (QS. Hud: 112) Pelajaran Al-Qur’an bagi kita dalam hubungan antarmanusia adalah: “Kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (QS. Al-Baqarah: 279).

Front Perlawanan terus maju dengan mempelajari dan melaksanakan perintah-perintah ini dan ratusan perintah lainnya hingga akhirnya mencapai kemenangan dengan izin Allah SWT.

Saya menyarankan kalian untuk mengenal Al-Qur’an.

Sayid Ali Khamenei

5 Khordad 1403 / 25 Mei 2024

Tags