Jika Menang, Pemberontak Suriah akan Jalin Hubungan dengan Israel
Des 07, 2024 14:09 Asia/Jakarta
Parstoday – Seorang komandan teroris bersenjata Free Syrian Army, FSA, berterimakasih atas serangan Israel ke Hizbullah Lebanon, dan rencananya jika Damaskus jatuh, pemberontak akan menjalin hubungan dengan Tel Aviv.
Surat kabar Times of Israel, Sabtu (7/12/2024) mengutip salah satu komandan FSA mengungkap target serangan terbaru kelompok teroris pemberontak bersenjata di Suriah, dan sikap mereka soal hubungan Suriah dengan Israel, jika berhasil menggulingkan pemerintah Damaskus.
Menurut koran Israel, minggu ini pihaknya telah melakukan wawancara dengan salah satu komandan kelompok teroris pemberontak bersenjata FSA, dukungan Turki, melalui sambungan telepon.
"Kami siap menjalin hubungan persahabatan dengan semua pihak di kawasan termasuk Israel. Kami tidak punya musuh selain pemerintahan Bashar Assad. Apa yang dilakukan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon, sangat membantu kami. Sekarang kami akan mengurus sisanya," ujarnya.
Ditanya jika pemerintah Assad tumbang, bagaimana hubungan Suriah dan Israel ke depan, komandan pemberontak itu mengatakan, "Kami akan menciptakan perdamaian penuh dengan Israel, dan hidup rukun berdampingan."
Ia menambahkan, "Sejak awal perang kami tidak pernah berkomentar menentang Israel. Berbeda dengan Hizbullah yang tujuannya membebaskan Al Quds, dan Dataran Tinggi Golan. Satu-satunya perhatian kami adalah terbebas dari Assad, dan milisi Iran."
Menurut pemimpin pemberontak Suriah itu, mungkin dengan bantuan Israel, dan Amerika Serikat, dalam rekonstruksi, negara ini dapat keluar dari kondisi perang menuju kemajuan ekonomi.
"Kami akan menempuh jalan yang berbeda dengan Iran, dan Hizbullah Lebanon," tegas salah satu pemimpin kelompok pemberontak bersenjata Suriah, tersebut.
Ia menandaskan, "Saya katakan bahwa kami berterimakasih atas serangan Israel, ke Hizbullah dan infrastruktur Iran, di Suriah. Kami berharap Israel, setelah tumbangnya Assad, terlibat aktif di Suriah, dan mendukung rakyat Suriah, demi kepentingan kawasan." (HS)