AS Perpanjang Pengecualian Minyak Rusia di Tengah Tekanan Pasar Energi
https://parstoday.ir/id/news/world-i188640-as_perpanjang_pengecualian_minyak_rusia_di_tengah_tekanan_pasar_energi
Pars Today - Washington memperpanjang pengecualian minyak Rusia untuk mencegah fluktuasi lebih lanjut di pasar energi, sementara anggota Kongres AS menuduh pemerintahan Trump lalai terhadap Moskow.
(last modified 2026-04-18T06:26:33+00:00 )
Apr 18, 2026 12:45 Asia/Jakarta
  • Minyak
    Minyak

Pars Today - Washington memperpanjang pengecualian minyak Rusia untuk mencegah fluktuasi lebih lanjut di pasar energi, sementara anggota Kongres AS menuduh pemerintahan Trump lalai terhadap Moskow.

Melaporkan dari Reuters, IRNA, Sabtu, 18 April 2026, pemerintahan Donald Trump memperpanjang pengecualian pembelian minyak Rusia yang dijatuhi sanksi melalui jalur laut selama sekitar satu bulan lagi.

Berdasarkan pengecualian ini, Departemen Keuangan AS mengizinkan negara lain membeli minyak dan produk minyak Rusia yang dimuat di kapal sejak Jumat hingga 16 Mei. Ini menggantikan pengecualian sebelumnya yang berakhir pada 11 April.

Pengecualian untuk Jaga Harga Minyak Tetap Terkendali

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington mengendalikan harga energi global yang melonjak tajam selama perang AS-Israel melawan Iran. Pengecualian baru juga terjadi setelah negara-negara Asia, yang terkena dampak krisis energi global, menekan Washington untuk memasok sumber daya alternatif.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS menyatakan, "Seiring dengan semakin cepatnya negosiasi (dengan Iran), Departemen Keuangan ingin memastikan minyak tersedia bagi negara-negara yang membutuhkan."

Kontradiksi Pernyataan Menteri Keuangan

Hal ini berbeda dengan pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dua hari sebelumnya yang menegaskan bahwa pengecualian pembelian minyak Rusia dan Iran yang berakhir pekan lalu tidak akan diperpanjang.

Setelah berita pembukaan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui seperlima produksi minyak dunia, dirilis pada hari Jumat, harga minyak global turun di bawah 90 dolar per barel. Namun Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa perang terhadap Iran telah menciptakan gangguan terburuk dalam pasokan energi global.

Kerusakan 80 Fasilitas dan Ancaman Iran

Reuters mencatat bahwa akibat serangan terhadap Iran, lebih dari 80 fasilitas minyak dan gas di Asia Barat rusak. Tehran juga memperingatkan bahwa jika blokade terhadap pelabuhan Iran oleh angkatan laut AS berlanjut, mereka dapat kembali menutup selat tersebut.

Banyak anggota Partai Republik melihat harga minyak yang tinggi sebagai ancaman jelang pemilu paruh waktu November 2026. Trump juga menghadapi tekanan dari negara-negara penghasil minyak dan sekutu-sekutunya terkait harga minyak.

Seorang sumber AS mengatakan bahwa negara-negara sekutu AS di sela-sela pertemuan G20, Bank Dunia, dan IMF di Washington minggu ini meminta perpanjangan pengecualian.

Kritik dari Kongres dan Pakar

Di sisi lain, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Republik mengkritik perpanjangan pengecualian minyak Rusia dan Iran di tengah serangan Rusia yang terus berlanjut terhadap Ukraina. Menurut mereka, pengecualian ini dapat menghambat upaya Barat mengurangi pendapatan Rusia dan menempatkan Washington dalam posisi berseberangan dengan sekutunya.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, meyakini bahwa sekarang bukan saatnya melonggarkan sanksi terhadap Rusia.

Bret Erickson, pakar sanksi dari firma konsultan Obsidian Risk Advisors, mengatakan bahwa perpanjangan hari Jumat kemungkinan bukan pengecualian terakhir yang akan dikeluarkan Washington.

"Konflik ini telah menyebabkan kerusakan jangka panjang pada pasar energi global, dan instrumen yang tersedia untuk menstabilkannya hampir habis," ujarnya.

Iran Umumkan Aturan Baru Hormuz, Barat Menyambut

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Jumat (17/4), mengumumkan di X bahwa menyusul gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas semua kapal dagang melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya bebas untuk sisa periode gencatan senjata.

"Lalu lintas ini harus dilakukan melalui jalur yang telah dikoordinasikan dan diumumkan sebelumnya oleh Organisasi Pelabuhan dan Pelayaran Republik Islam Iran," tambahnya.

Komando Angkatan Laut IRGC pada hari Jumat mengumumkan bahwa tatanan baru telah berlaku di Selat Hormuz. Kapal-kapal non-militer hanya dapat melintas melalui jalur yang ditentukan Iran, sementara lalu lintas kapal militer tetap dilarang.

Komando tersebut menambahkan bahwa pelintasan hanya dapat dilakukan dengan izin Angkatan Laut IRGC, sejalan dengan kesepakatan selama masa jeda pertempuran, serta setelah gencatan senjata di Lebanon.

Prancis dan Inggris pada hari Jumat menjadi tuan rumah pertemuan tentang Selat Hormuz. Pengumuman Iran tentang kebebasan lalu lintas kapal dagang mempengaruhi jalannya pertemuan Paris yang dipimpin para pemimpin Inggris dan Prancis, dan memaksa kedua pihak untuk menyambut perkembangan tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik kabar tersebut dan menekankan kelanjutan upaya diplomatik untuk menstabilkan situasi. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyambut baik pengumuman tersebut, seraya menekankan perlunya keberlanjutan situasi ini dan pencapaian solusi berkelanjutan.

Jadi, Amerika terpaksa memperpanjang pengecualian minyak Rusia, sesuatu yang sebelumnya dijanjikan tidak akan dilakukan. Tekanan pasar energi dan negara-negara Asia yang bergantung pada minyak ternyata lebih kuat dari janji politik.

Di sisi lain, Iran membuka Selat Hormuz dengan aturan barunya sendiri. Barat, yang sebelumnya sibuk menggelar pertemuan tentang masa depan selat, kini hanya bisa menyambut, karena Iran sudah bertindak lebih dulu.

Dunia energi sedang berubah. Amerika mulai menunjukkan kelenturan, Iran menunjukkan kendali. Siapa yang sebenarnya memegang kunci? Jawabannya tergantung pada siapa yang bisa bertahan lebih lama dalam permainan ini.(sl)