Satu Juga KTP Buat Ahok
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i12376-satu_juga_ktp_buat_ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama benar-benar datang ke acara perayaan keberhasilan mengumpulkan 1 juta KTP yang digelar kelompok relawan "Teman Ahok", di Graha Pejaten, Ahad (19/6/2016).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 20, 2016 10:02 Asia/Jakarta
  • Surat suara
    Surat suara

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama benar-benar datang ke acara perayaan keberhasilan mengumpulkan 1 juta KTP yang digelar kelompok relawan "Teman Ahok", di Graha Pejaten, Ahad (19/6/2016).

Kehadirannya tidak diumumkan terlebih dahulu oleh panitia. Pria yang akrab disapa Ahok ini hadir diam-diam melalui pintu belakang Markas Teman Ahok.

 

Sedangkan acara perayaan tersebut digelar di depan markas Teman Ahok dengan membangun tenda. Saat Ahok sudah berada di dalam, pembawa acara masih bermain games dengan warga di panggung acara.

 

Tiba-tiba saja, Ahok keluar dari markas dan berjalan ke arah panggung. Warga yang hadir dalam acara itu dibuat terkejut.

 

Warga mengucapkan selamat datang kepada Ahok.

 

Saat itu juga, suasana di sekitar panggung menjadi riuh. Ahok sampai kesulitan untuk naik ke atas panggung karena dikerumuni oleh warga.

 

Kamera ponsel langsung diangkat tinggi-tinggi oleh warga untuk menangkap peristiwa kehadiran Ahok dalam acara perayaan keberhasilan mengumpulkan dukungan 1 juta KTP itu.

 

Lebih Memilih Teman Ahok

 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan keputusannya untuk tetap maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya "Teman Ahok". Sebab, dia tahu Teman Ahok telah bersusah payah mengumpulkan data 1 juta KTP.

 

"Teman Ahok enggak mudah kumpulkan 1 juta KTP. Kalau saya disuruh pilih, pilih Teman Ahok tapi gagal jadi gubernur atau jadi gubernur tapi tinggalkan Teman Ahok? Saya pilih gagal jadi gubernur saja," ujar pria yang akrab disapa Ahok di Markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Ahad (19/6/2016).

 

Ahok menyampaikan hal itu di hadapan seluruh pendiri Teman Ahok dan warga Jakarta yang hadir dalam perayaan pengumpulan 1 juta KTP. Ia menyampaikan hal itu karena beredar kabar adanya godaan dari partai politik yang semakin kencang terhadap Ahok.

 

Belum lagi, sudah ada tiga partai yang siap mendukung Ahok menjadi calon gubernur dalam Pilkada DKI 2017 lewat jalur mana saja. Tiga partai pendukung Ahok, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem, memiliki gabungan suara yang cukup untuk mengusung Ahok maju lewat jalur partai.

 

Selain itu, Ahok juga menceritakan bahwa sebelumnya dia tidak mau bertemu dengan Teman Ahok. Dia memberi syarat kepada Teman Ahok untuk mengumpulkan 1 juta KTP terlebih dahulu untuk membuktikan keseriusan mereka.

 

Ditagih Janji Terjun dari Monas, Habiburokhman "Ngeles"

 

Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi soal pencapaian 1 juta data KTP dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berhasil dikumpulkan "Teman Ahok".

 

Melalui akun Twitter miliknya, Habiburokhman menyampaikan penilaiannya bahwa 1 juta KTP tersebut hanya klaim sepihak Teman Ahok.

 

Dikatakannya pada Ahad malam (19/6/2016), klaim 1 jt KTP tersebut sangat tidak dapat dipercaya karena satu- satunya pihak yang menghitung, memverifikasi dan mengklaim hanyalah Teman Ahok sendiri."

 

Ia juga mengaku ragu akan kredibilitas Teman Ahok sebagai komunitas pendukung Basuki Tjahaja Purnama.

 

Sebab, menurut dia, ada isu mengenai aliran dana sebesar Rp 30 miliar dari pengembang proyek reklamasi yang mengalir ke Teman Ahok. Klaim tersebut tidak lebih dari psywar politik murahan untuk mengangkat popularitas Ahok yang dibenci rakyat.

 

Keraguan atas 1 juta KTP yang dikumpulkan Teman Ahok, kata Habiburokhman, juga terlihat dari sikap Basuki yang masih berharap pada partai politik.

 

Begitu pun dengan sikap Teman Ahok yang kini melunak dengan partai politik.

 

Hal lain yang membuat Habiburokhman meragukan Teman Ahok adalah langkah kelompok relawan itu yang mengajukan uji materi UU Pilkada.

 

Sejak semalam, netizen menagih janji Habiburokhman. Pada Februari lalu, Habiburokhman pernah bernazar akan terjun dari puncak Monas jika Teman Ahok mampu mengumpulkan 1 juta data KTP.

 

"Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon. #KTPdukungAhokcumaomdo???" tulis Habiburokhman melalui akun Twitter miliknya, @habiburokhman, Jumat (16/2/2016) lalu.

 

DPR Pertanyakan dari Mana Dana Relawan Teman Ahok

 

Informasi dugaan aliran dana dari pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta ke kelompok relawan Teman Ahok sebesar Rp30 Miliar dinilai perlu dibuktikan.‎ Hal demikian agar publik tidak bertanya-tanya.

 

Adapun informasi itu diterima anggota Komisi III DPR Junimart Girsang dan disampaikannya ke jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat rapat bersama pada Rabu 15 Juni 2016 lalu.

 

Anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto berpendapat, bisa saja informasi yang dari Junimart Girsang itu merupakan fakta. "Kita juga pertanyaan, gerakan Teman Ahok selama ini dananya dari mana? ‎Yang masuk akal sajalah," ujar Wihadi saat dihubungi, Minggu (19/6/2016).

 

Kendati demikian, politikus Partai Gerindra ini menilai bahwa informasi itu perlu dibuktikan oleh penegak hukum. "Auditnya harus dilakukan secara independen," tutur Wihadi.

 

Namun iformasi dugaan aliran dana dari pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta ke kelompok relawan Teman Ahok sebesar Rp30 miliar, diminta tidak diperdebatkan.

 

Junimart menegaskan, sebaiknya semua pihak menunggu hasil penyelidikan KPK. "Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu merasa kebakaran jenggot, tidak perlu membela dirilah," kata Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2016). (Kompas/Sindonews)