Protes Global Hadapi UU Negara-Bangsa Yahudi
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i60195-protes_global_hadapi_uu_negara_bangsa_yahudi
Sejumlah negara dunia menyampaikan kecaman terhadap pengesahan undang-undang negara-bangsa Yahudi oleh Knesset pada 19 Juli 2018.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 24, 2018 14:10 Asia/Jakarta
  • Aksi protes anti-Israel Muslim Indonesia
    Aksi protes anti-Israel Muslim Indonesia

Sejumlah negara dunia menyampaikan kecaman terhadap pengesahan undang-undang negara-bangsa Yahudi oleh Knesset pada 19 Juli 2018.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam Undang-Undang negara-bangsa Yahudi tersebut. Sikap pemerintah Indonesia ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin (23/7). 

Senada dengan Indonesia, Malaysia menuntut langkah segera masyarakat internasional untuk melawan undang-undang rasis yang diratifikasi parlemen Zionis (Knesset) baru-baru ini. Departemen Luar Negeri Malaysia Senin (23/7) mengecam undang-undang negara-bangsa Yahudi, dan menyerukan supaya masyarakat internasional segera mendesak Israel membatalkan undang-undang tersebut dan mengakhiri kebijakan rasis serta represifnya terhadap bangsa Palestina.

Kemenlu Malaysia menilai pengesahan UU negara Yahudi akan memperumit dan melemahkan upaya untuk meraih sebuah solusi komprehensif dan menyeluruh mengenai isu Palestina.

Knesset

 

Pemimpin Komite Intifada Palestina, Ramadan Sharif mengatakan, strategi Israel dan pendukungnya mengusung masalah ini untuk melupakan masalah Palestina dan Baitul Maqdis dari opini publik dunia. Tapi unsur terbaik dan terbesar di tingkat dunia, yaitu umat Islam terus mendukung gerakan perlawanan Palestina dalam kondisi paling sulit dan memperjuangkan cita-cita bangsa Palestina.

Statemen kementerian luar negeri Indonesia dan Malaysia mengecam Israel mengemuka tidak berapa lama setelah ilmuwan Palestina, Fadi Mohammad al-Batsh diteror oleh antek-antek Zionis di Malaysia. Masalah ini menunjukkan bahwa Israel mengambil langkah apa saja, bahkan melewati batas teritorial hingga kawasan Asia tenggara untuk meneror para ilmuwan Palestina. Masalah ini menunjukkan urgensi dukungan lebih besar dari para pejabat negara-negara Muslim untuk membela dan melindungi orang-orang Palestina, termasuk para ilmuwannya yang tersebar di berbagai negara dunia.

Hal ini ditegaskan anggota senior Hamas, Mahmoud Al-Zahar yang mengatakan, "Semua negara Muslim harus menjadikan rezim Zionis sebagai musuh utama umat Islam. Semua harus waspada, dan dengan persatuan, kita bisa menghalangi implementasi plot rezim Zionis yang berupaya melemahkan dunia Islam. Menjaga persatuan dan solidaritas akan membantu mewujudkan tujuan dan cita-cita Palestina,". (PH)