Indo Defence Expo dan Tank Harimau
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i63917-indo_defence_expo_dan_tank_harimau
Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan, penyelenggaraan pameran indistri pertahanan atau "Indo Defence Expo and Forum 2018" dapat memperkuat kolaborasi industri pertahanan dalam negeri Indonesia dengan Industri pertahanan negara sahabat.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 07, 2018 16:18 Asia/Jakarta
  • Menhan RI Ryamizard Ryacudu (tengah) di pameran industri pertahanan, Indo Defence 2018 Expo & Forum, Kemayoran, Jakarta 7102018.
    Menhan RI Ryamizard Ryacudu (tengah) di pameran industri pertahanan, Indo Defence 2018 Expo & Forum, Kemayoran, Jakarta 7102018.

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan, penyelenggaraan pameran indistri pertahanan atau "Indo Defence Expo and Forum 2018" dapat memperkuat kolaborasi industri pertahanan dalam negeri Indonesia dengan Industri pertahanan negara sahabat.

"Yang pada gilirannya dapat menunjang terealisainya kemandirian industri pertahanan nasional Indonesia," kata Menhan dalam sambutannya pada Pembukaan "Indo DefenceExpo and Forum 2018", di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

 

Sasaran strategis diselenggarakannya Indo Defence 2018 juga untuk mempromosikan produk industri pertahanan dalam negeri. Industri pertahanan yang mandiri dan maju, kata Ryamizard, tentunya akan dapat membantu proses pertumbuhan dan kemandirian ekonomi dalam negeri yang sejalan dengan visi nawa cita Presiden Joko Widodo.

 

Indonesia selalu disebut sebagai produsen yang potensial sekaligus sebagai pasar paling menarik bagi industri pertahanan di Asia Tenggara.

 

"Karena kawasan kita menghadapi banyak ragam bentuk ancaman nyata seperti terorisme dan radikalisme, bencana alam, pembajakan, penyelundupan narkoba, cyber dan lainnya," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

 

Indo Defence 2018 merupakan pameran industri dan teknologi Pertahanan yang dalam pelaksanaannya digabungkan dengan Indo Aerospace dan Indo Helicopter berupa pameran Kedirgantaraan, Teknologi Bandar Udara dan Industri Helikopter, serta Indo Marine yang merupakan pameran kemaritiman dan bahari, galangan kapal serta teknologi pelabuhan.

 

Indo Defence kali ini mengalami kenaikan yang cukup pesat, yakni sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

"Dari sisi luasan dan jumlah kehadiran negara peserta, pada tahun 2016 pameran ini diikuti oleh 761 peserta dari 45 negara sedangkan pada tahun ini mengalami peningkatan menjadi 867 peserta dari 60 negara dimana 30 negara hadir sebagai negara paviliun termasuk indonesia," kata Ryamizard.

 

Jumlah ofisial delegasi negara yang hadir juga jauh meningkat. Ada 10 Menteri Pertahanan dan yang setingkat serta sejumlah Kepala Staf Angkatan maupun Panglima dari sejumlah negara undangan.

 

"Kita juga patut berbangga karena pameran ini di-klaim sebagai pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara dan dapat disejajarkan dengan pameran-lameran industri pertahanan dunia seperti 'Eurosatory Defense Exhibition' di Paris; DSEI di London; dan pameran ini juga masuk dalam kalender event dunia," kata purnawirawan Jenderal bintang empat ini.

 

Indo Defence 2018 siap menerima kunjungan dari berbagai kalangan, baik delegasi resmi, Angkatan Bersenjata, pemerintahan, kalangan bisnis, siswa-siswa Akademi Militer dan Kepolisian, Perusahaan dan Industri Pertahanan, serta masyarakat umum yang selama empat hari sejak tanggal 7 - 10 November 2018 diharapkan dapat mencapai angka 25 ribu orang pengunjung.

 

Tank Harimau

 

Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan, tank medium yang dibuat oleh PT Pindad bekerja sama dengan FNSS, Turki cocok dengan geografis Indonesia.

 

"Kita memang cocoknya medium tank di Indonesia. Kalau MBT Leopard yang berat itu ga cocok, kita mau kemana. Apalagi kalau sudah keluar Jawa, Sumatera dan Kalimantan yang rawa-rawa, ga pas. Memang paling pas tank ringan dengan sedang," kata Menhan di sela-sela pelaksanaan pameran indistri pertahanan atau "Indo Defence Expo and Forum 2018", di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

 

Kerja sama antara Indonesia dan Turki dalam pembuatan tank medium "Harimau" itu dengan cara transfer teknologi. Ryamizard berharap produk industri pertahanan Indonesia bisa diterima di dunia internasional.

 

"Pada event ini ada produk baru pertahanan nasional. Yaitu medium tank yang diproduksi PT Pindad. Medium tank ini dukungan penuh sebagai produk anak bangsa," ucapnya.

 

Sementara itu, Manajer Pengembangan Kendaraan Khusus PT Pindad, Windhu Paramarta, mengatakan tank Harimau ini adalah program kerja sama pemerintah Indonesia dengan Turki melalui Kementerian Pertahanan kedua negara.

 

Dari kerja sama tersebut, kata dia, kedua negara membahas tentang beberapa hal yang dapat dikembangkan bersama dalam dunia pertahanan, diantaranya kendaraan tempur, roket, dan alat komunikasi.

 

"Kebetulan Pindad memegang program pengembangan untuk medium tank, sementara dari Turki menunjuk FNSS," kata Windhu ditemui di Stand Medium Tank Pindad.

 

Kementerian Pertahanan Turki menunjuk FNSS sebagai sebuah perusahaan yang berkompeten dalam menangani pembangunan tank tersebut. Berangkat dari hal tersebut, Pindad dan FNSS yang belum pernah membangun tank kombatan mulai membangun tank tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis kebutuhan TNI dari Indonesia. Pindad pernah membangun tank Anoa, sementara FNSS pernah membangun "infanteri fighting falcon".

 

"Jadi mereka benar-benar membantu untuk sama-sama mengembangkan kendaraan tank ini,” ujar Windhu.

 

Pada tahun 2015, mulai berlangsung tahap desain, kemudian 2016 tahap engineering secara detail dengan memantapkan beberapa produksi, tahun 2017 sudah keluar tanknya, sehingga benar-benar 1,5 tahun dirancang dari nol bagaimana spesifikasinya bersama TNI dan dapat digunakan di HUT TNI Ke-72 di Cilegon, Banten pada 2017 lalu.

 

Pada Oktober 2018, tank sudah diuji coba dan mendapat sertifikat layak dari TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan RI. Hal yang membedakan tank ini dengan tank-tank lainnya, tambah Windhu, adalah tank harimau ini benar-benar di rancang untuk tank kombatan, bukan dikembangkan dari platform tank sebelumnya.

"Artinya memang nantinya akan digunakan untuk pakem pertempuran yang akan digunakan oleh pengguna untuk melawan tank yang sejenis dengan mengikuti teknologi masa kini," ucapnya. (Antaranews)