Menlu RI: ASEAN Bukan Tempat Sampah Negara Maju !
-
Menlu RI, Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menyatakan negara Asia Tenggara bukan tempat pembuangan sampah dan limbah negara-negara lain.
Statemen ini disampaikan Menlu Retno menyikapi berlanjutnya pengiriman puluhan kontainer berisikan sampah dan limbah dari sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Australia, hingga Hong Kong ke sejumlah negara kawasan Asia Tenggara.
"Kita perlu sampaikan pesan ke dunia luar mengenai sikap ASEAN terkait isu toxic waste ini. Yang Indonesia inginkan, kami tidak menginginkan kawasan Asia Tenggara menjadi tempat sampah bagi pembuangan sampah negara-negara lainnya," kata Retno dalam pertemuan antara menlu ASEAN di Bangkok, Thailand, dilansir situs CNN Indonesia hari Jumat (2/8).
Retno menegaskan bahwa pengiriman berton-ton sampah dan limbah tersebut menimbulkan kemarahan negara Asia Tenggara. Ia mengatakan saat ini negara ASEAN tengah mendiskusikan langkah guna merespons pengiriman sampah impor ini.
Masalah sampah telah membuat hubungan diplomatik antara Filipina dan Kanada merenggang. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menarik duta besar dan konsulnya di Kanada karena Ottawa tak kunjung mengambil sampah-sampah tersebut kembali ke negaranya.
Manila akhirnya mengembalikan 69 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu ke Kanada.
Malaysia melakukan tindakan serupa. Kuala Lumpur mengancam akan mengembalikan sekitar 3.000 ton sampah ke 14 negara asal termasuk AS, Jepang, Perancis, Kanada, dan Inggris.
Indonesia juga telah memulangkan sejumlah kontainer sampah yang masuk. Pada awal Juli lalu, Bea Cukai Tanjuk Perak Surabaya memulangkan 210 ton sampah dari Australia.
Selain itu, Indonesia menerima setidaknya 58 kontainer kertas bekas yang terkontaminasi limbah B3 dari AS dan Jerman. (PH)