Indonesia Masuk 10 Besar Kasus Corona Tertinggi di Asia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i83173-indonesia_masuk_10_besar_kasus_corona_tertinggi_di_asia
Penambahan kasus baru virus corona di Indonesia masih terus terjadi.
(last modified 2026-04-22T10:22:51+00:00 )
Jul 14, 2020 05:39 Asia/Jakarta
  • Penyebaran Corona di Indonesia
    Penyebaran Corona di Indonesia

Penambahan kasus baru virus corona di Indonesia masih terus terjadi.

Pada Senin (13/7/2020) sore, pemerintah Indonesia mengumumkan adanya 1.282 kasus baru, sehingga sejauh ini banyaknya kasus terkonfirmasi positif di Tanah Air berjumlah 76.981 kasus.

Dari jumlah tersebut, 36.636 atau 47,6 persen dari yang terkonfirmasi berada dalam perawatan, dan 36.689 sembuh.

Sementara worldometers, menyebutkan Indonesia masuk dalam 10 besar kasus positif terbanyak di Asia. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Kompas, Selasa (14/07/2020).

Tercatat, kasus positif yang dilaporkan negara-negara Asia sebanyak 2.973.219 kasus. Kasus kematian di Asia sebanyak 70.555 dan banyaknya kasus sembuh berjumlah 2.064.179 orang.

Jika melihat angka kematian, Indonesia berada di posisi keenam, dengan 50 kasus baru.

Adapun lima di atasnya yaitu India (23.200 meninggal), Iran (12.829 meninggal), Turki (5.363 meninggal), Pakistan (5.266 meninggal), dan China (4.634 meninggal).

Sementara, data kesembuhan menunjukkan Indonesia berada diposisi ke-14.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

WHO Ingatkan Pandemi Corona Makin Parah

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pandemi Corona semakin parah dan sulit dikendalikan.

"Virus Corona masih menjadi musuh nomor satu," tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya Senin (13/7/2020) dikutip dari Daily Star.

Hal ini dikarenakan WHO menilai sebagian besar dunia tengah menghadapi pandemi Corona yang semakin buruk. Bahkan jumlah total kasus Corona meningkat dua kali lipat dalam enam minggu terakhir.

"Tetapi di sebagian besar dunia, virus tidak terkendali, semakin buruk," jelas Tedros.

"Pandemi masih meningkat. Jumlah total kasus telah dua kali lipat dalam enam minggu terakhir," lanjut Tedros.

Setidaknya virus Corona COVID-19 sudah menginfeksi lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 500 ribu orang, menurut data yang dimuat Universitas John Hopkins. "Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu," kata Tedros.