Polemik Membuka Sekolah di Luar Zona Hijau
-
Anak sekolah
Pandemi virus corona membuat dunia berubah. Selain membatasi aktivitas manusia, penggunaan masker juga diwajibkan guna meminimalisir penularan virus.
Pekerjaan sehari-hari yang biasanya dikerjakan di kantor pun juga bergeser dengan aktivitas di rumah atau work from home, begitu pula dengan aktivitas kegiatan belajar (KBM) yang dilakukan di rumah masing-masing.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun mengajurkan pelaksanaan pembelajaran jarah jauh (PJJ) bagi siswa sekolah.
Namun Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberikan sinyal penyelenggaraan sekolah tatap muka di luar zona hijau Covid-19.
Izin tersebut menurutnya akan segera diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Perlu kajian mendalam
Ahli epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama mengatakan, pemerintah perlu melakukan perencanaan yang matang sebelum pembukaan sekolah tersebut.
Sebab pembukaan di zona hijau saja, menurut Bayu masih memerlukan kajian yang mendalam dan monitoring ketat. "Perlu perencanaan yang matang.
Pembukaan di zona hijau saja perlu kajian mendalam dan monitoring ketat, apalagi di luar zona itu," kata Bayu, Selasa (28/7/2020). Sebagaimana hasil pantuan Parstodayid dari Kompas, Rabu (29/07/2020).
Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan dan pengecekan di setiap sekolah mengenai kesiapan dalam menerima murid.
Selain itu, mekanisme sekolah juga harus ditinjau dari segi risiko penularan atau penyebaran virus corona.
Dinilai berbahaya
Menanggapi hal itu, Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) Satriawan Salim menyebut rencana tersebut sebagai musibah.
Selain tak sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, rencana itu juga mengancam keselamatan guru dan siswa.
"Bagi kami ini musibah dan jelas melanggar SKB 4 Menteri. Seandainya nanti merevisi SKB itu pun kami pikir ini tetap tindakan berbahaya, ini merupakan ancaman bagi kesehatan, keselamatan guru dan siswa," kata Satriawan.
Dia khawatir jika pembukaan sekolah di luar zona hijau ini nantinya akan menimbulkan adanya klaster baru karena angka infeksi Covid-19 terus naik.