Ahli Virologi Yakin Indonesia Bisa Bikin Vaksin Covid-19 Mandiri
-
Vaksin Covid-19
Guru Besar Virologi dan Molekuler Universitas Udayana I Gusti Ngurah Mahardika berkeyakinan bahwa Indonesia bisa memproduksi vaksin secara mandiri.
Indonesia memiliki sejumlah tenaga ahli dan sejarah panjang dalam pengembangan vaksin.
"Sangat mungkin [Indonesia mengembangkan vaksin sendiri tanpa bantuan pihak lain]. Ahli, expert ada," katanya saat berbincang dengan Juru Bicara #SatgasCovid19 Reisa Broto Asmoro yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (3/11).
Mahardika menyebutkan ada sejumlah faktor yang menentukan proses pengembangan vaksin. Selain persoalan bahan baku vaksin dan sumber daya manusia (SDM) yang membuat vaksin, juga ada faktor infrastruktur dan political will para pemangku kebijakan.
Meskipun demikian, pembuatan vaksin secara bersama-sama dapat menghasilkan hasil yang lebih baik. Di sisi lain, menjalin kerja sama berbagai pihak, termasuk negara luar negeri, akan menambah pengetahuan serta meningkatkan kemajuan keilmuan.
Vaksin Covid-19 hasil pengembangan Lembaga Biomolekuler Eijkman ditargetkan rampung pada pertengahan 2021. Vaksin bernama Merah Putih ini dikembangkan Eijkman menggunakan strain virus corona yang ada di Indonesia.
Laporan Tahunan Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pengembangan vaksin Merah-Putih oleh Eijkman kini sudah separuh jalan. Setelah Eijkman mendapatkan bibit vaksin dari hasil penelitiannya, maka akan segera diserahkan ke PT Bio Farma untuk diuji klinis tiga kali.(PH)