Visi Kerja Sama Strategis Iran dan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i106526-visi_kerja_sama_strategis_iran_dan_suriah
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, Iran dan Suriah akan mengambil langkah-langkah besar di samping memerangi terorisme ekonomi dan membantu masyarakat dari kedua negara.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 10, 2021 14:22 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran dan Presiden Suriah bertemu di Damaskus.
    Menlu Iran dan Presiden Suriah bertemu di Damaskus.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, Iran dan Suriah akan mengambil langkah-langkah besar di samping memerangi terorisme ekonomi dan membantu masyarakat dari kedua negara.

Hal itu ditekankan oleh menlu Iran dalam pertemuannya dengan para pejabat Suriah di Damaskus, Sabtu (9/10/2021). Sebelum ini Amir-Abdollahian telah berkunjung ke Rusia dan Lebanon.

Salah satu prioritas pemerintahan baru Iran di bidang diplomasi adalah memperkuat hubungan dengan negara-negara kawasan dengan berpijak pada penguatan stabilitas dan keamanan kolektif, mengembangkan hubungan ekonomi bilateral dan multilateral, dan mendorong negara-negara regional terlibat dalam menyelesaikan masalah di kawasan tanpa mengundang pihak asing.

Strategi ini telah mengubah perimbangan keamanan dan militer untuk kepentingan negara-negara di kawasan. Kegagalan konspirasi Amerika-Israel dan beberapa sekutu regional mereka di Suriah dan Irak – yang dirancang untuk membagi ulang wilayah – merupakan salah satu hasil penting dari strategi tersebut.

Perubahan ini juga terlihat dari perkembangan politik di Asia Barat, termasuk yang terbaru penarikan memalukan pasukan AS dari Afghanistan.

Dalam pertemuan dengan menlu Iran di Damaskus, Presiden Suriah Bashar al-Assad menganggap penarikan AS dari Afghanistan sebagai sinyal munculnya poros baru dan kelemahan kubu Barat.

“Negara-negara regional dan tetangga Afghanistan tahu bahwa AS tidak bertanggung jawab atas tindakan dan kebijakannya di Afghanistan. Republik Islam Iran punya kapasitas ini dan harus membuka pembicaraan dengan para tetangganya dan negara berpengaruh sehingga perubahan di Afghanistan berjalan sukses,” tambahnya.

Pertemuan menlu Iran dan Presiden Suriah di Damaskus.

Meskipun Suriah mencapai kemenangan signifikan di medan perang, namun negara ini perlu memperkuat persatuan nasional untuk mengatasi masalah di Provinsi Idlib dan membersihkan seluruh wilayahnya dari pendudukan. Dalam hal ini, Tehran siap membantu pemerintah Damaskus.

Abdel Bari Atwan, seorang analis politik di dunia Arab, menekankan bahwa kehadiran militer Iran di Suriah memiliki landasan hukum. Menurutnya, kehadiran ini mengirimkan pesan ganda kepada AS dan Israel serta menegaskan aliansi strategis jangka panjang antara Iran dan Suriah. Oleh karena itu, AS dan rezim Zionis jangan berharap bahwa Iran akan menarik dirinya dari Suriah.

Kerja sama strategis Tehran-Damaskus sebenarnya merupakan respons nyata terhadap Undang-Undang Caesar AS, yang berupaya membuat rakyat Suriah kelaparan dan mempersulit proses rekonstruksi.

Dampak lain dari interaksi dua arah ini adalah mempercepat pelaksanaan perjanjian-perjanjian bilateral yang akan menguntungkan kedua bangsa.

Iran, Suriah, Irak, dan Lebanon bertekad memperkuat hubungan bilateral dan multilateral di sektor perdagangan, ekonomi, dan sektor lain dengan melewati fase konflik regional yang sulit dan berbahaya.

Amir-Abdollahian juga mengabarkan bahwa Iran dan Suriah akan melanjutkan pembicaraan di berbagai tingkat politik dan ekonomi. Menlu Suriah akan berkunjung ke Suriah dalam beberapa hari ke depan untuk tujuan tersebut.

Mengingat Iran dan Suriah memiliki hubungan yang kuat di berbagai bidang, maka dapat dikatakan bahwa visi kerja sama strategis antara kedua pihak sekarang difokuskan dalam konteks kepentingan nasional dan kepentingan kolektif di kawasan. (RM)