Seorang Tentara Prancis Tewas di Irak Utara
-
Emmanuel Macron, Presiden Prancis
Pars Today – Presiden Prancis mengonfirmasi bahwa seorang anggota militer negaranya tewas dalam sebuah serangan di wilayah Kurdistan Irak.
Menurut laporan Pars Today, Emmanuel Macron menulis di X pada Jumat (13/03/2026) dini hari bahwa sersan mayor Arno tewas dalam serangan di wilayah Erbil, Irak, dan beberapa anggota militer Prancis lainnya terluka.
Pada saat yang sama, militer Prancis mengumumkan bahwa enam prajuritnya terluka akibat serangan drone pada Kamis (12/03) malam di Erbil, wilayah Kurdistan Irak.
Pasukan Italia Mundur dari Erbil, Irak
Pada saat yang sama, Antonio Tajani dan Guido Crosetto, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Italia, mengumumkan pada hari Kamis (12/03) bahwa seluruh pasukan Italia akan mundur dari pangkalan di Erbil, wilayah Kurdistan Irak.
Guido Crosetto menambahkan bahwa sebelumnya 102 personel militer telah kembali ke Italia, dan pada saat serangan Kamis malam terdapat 141 personel militer lainnya di pangkalan tersebut.
Antonio Tajani, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Italia, juga mengonfirmasi penarikan pasukan itu dalam pernyataan di parlemen.
Italia tidak mempublikasikan rincian lebih lanjut tentang serangan Kamis malam, tetapi tampaknya faktor‑faktor seperti badan intelijen rezim Zionis (Mossad) berusaha menuduh Iran melakukan pengeboman atau serangan drone dan roket.(sl)