Ayatullah Khamenei: Kemajuan Iran Bertolak Belakang dengan Keinginan Musuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i114904-ayatullah_khamenei_kemajuan_iran_bertolak_belakang_dengan_keinginan_musuh
Ayatullah Khamenei menyebut baiat Angkatan Udara Iran di tahun 1979, realitasnya adalah baiat kepada cita-cita dan jihad suci yang dikomandoi Imam Khomeini, oleh karena itu gerakan spiritual itu terus berlanjut, dan setiap orang yang berada di jalan citai-cita ini, sudah memberikan sumbangsih kepada gerakan ini.
(last modified 2026-03-05T04:17:08+00:00 )
Feb 08, 2022 16:17 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Ayatullah Khamenei menyebut baiat Angkatan Udara Iran di tahun 1979, realitasnya adalah baiat kepada cita-cita dan jihad suci yang dikomandoi Imam Khomeini, oleh karena itu gerakan spiritual itu terus berlanjut, dan setiap orang yang berada di jalan citai-cita ini, sudah memberikan sumbangsih kepada gerakan ini.

Menurut Rahbar, salah satu karakteristik penting gerakan yang sangat berpengaruh itu adalah "identifikasi kebutuhan segera" oleh para perwira dan komandan AU Iran, dan pelaksanaannya secara cerdas berdasarkan kesadaran.
 
Rahbar mengatakan, "Gerakan ini juga menunjukkan bahwa kalkulasi AS dan rezim Pahlavi keliru, dan mereka menerima pukulan dari tempat yang tak pernah dibayangkan."
 
Ia melanjutkan, "Jika pasukan kubu kebenaran dan Islam, aktif, efektif dan bisa diharapkan di semua medan perjuangan baik itu jihad militer, ilmu pengetahuan, penelitian dan bidang lain, dan tidak takut pada kekuatan lahirian lawan, maka pasti kalkulasi musuh akan keliru, karena ini adalah janji Ilahi yang tak akan salah."
 
Ayatullah Khamenei menegaskan, "Hari ini kalkulasi AS juga keliru, dan saat ini mereka sedang menerima pukulan dari tempat yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, dan pukulan itu berasal dari presiden-presidennya, artinya presiden AS yang menjabat sekarang dan yang terdahulu, dengan perbuatannya secara nyata bekerja sama untuk menghancurkan sisa harga diri AS."
 
Rahbar menilai diktatorisme media merupakan salah satu bentuk diktatorisme kekuatan Barat yang selalu mengklaim pembela kebebasan berekspresi, contohnya penghapusan nama dan foto Syahid Qassem Soleimani di dunia maya.
 
"Mereka melarang publikasi setiap kata dan foto yang bertentangan dengan kebijakan Barat, sebaliknya dunia maya digunakan untuk merusak Islam dan Republik Islam, secara maksimal," ujarnya.
 
Rahbar menandaskan, "Kemajuan yang terus dicapai Iran bertolak belakang dengan keinginan musuh, dan membawa kabar gembira bagi bangsa Iran. Republik Islam Iran selama 43 tahun mantap bergerak maju, dan semakin hari semakin kuat dan semakin berakar, gerakan ini akan berlanjut dan di masa depan akan lebih baik dari masa lalu, dan musuh akan kalah." (HS)