Tekad Iran Kembangkan Industri Transportasi
Pengembangan industri transportasi di berbagai sektor berada dalam skala prioritas pemerintah Iran setelah dicapainya perjanjian nuklir atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Menteri Jalan Raya dan Pembangunan Perkotaan Iran, Abbas Akhoundi pada Rabu (22/6/2016) menyinggung peran industri transportasi dalam pengembangan sektor-sektor lain dan mengatakan, karena armada udara Iran sudah tua, Republik Islam ingin merenovasi dan meremajakan moda transportasi udara.
Ia mengatakan bahwa Iran telah melakukan negosiasi dengan dua perusahaan raksasa pembuat pesawat yaitu Boeing dan Airbus. Menurutnya, Iran membutuhkan 551 pesawat penumpang sampai tahun 2025.
Setelah Iran setuju untuk membeli sekitar 120 pesawat dari Airbus, maskapai penerbangan Republik Islam Iran dalam sebuah keterangan pada hari Selasa, mengkonfirmasi penandatanganan kontrak pembelian 100 pesawat dari perusahaan Boeing.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby mengatakan, "AS menyambut pengumuman Boeing atas kesepakatan dengan Iran Air, yang melibatkan jenis kegiatan usaha yang diperbolehkan dalam JCPOA."
Di bidang perkeretaapian, Abbas Akhoundi mengatakan bahwa investasi besar-besaran di sektor transportasi kereta api merupakan bagian dari kebijakan penting pemerintah Iran, di mana ia memiliki kecocokan dengan upaya Cina untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra.
"Sangat penting bagi kami untuk menghubungkan pelabuhan di Iran Selatan ke arah utara khususnya perbatasan Turki dan Eropa dan dengan langkah ini, Cina juga akan terkoneksi ke Eropa dan selatan," tambahnya.
Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan pemimpin perusahaan pengelola investasi pemerintah Cina, China Investment Corporation (CIC) di Tehran, Rabu kemarin.
Kementerian Perminyakan Iran juga menyatakan dukungan untuk pengembangan industri transportasi laut.
"Pasca implementasi JCPOA dan penghapusan sanksi, Kementerian Perminyakan ingin menjadikan dirinya sebagai kutub utama pelayaran dan bunkering (pengisian bahan bakar untuk kapal) di wilayah Teluk Persia dan Laut Oman," kata pernyataan Kementerian.
Iran siap untuk menyalip Uni Emirat Arab di sektor bunkering karena memiliki posisi strategis dan mudah menjangkau perairan bebas yang dilewati oleh banyak kapal tanker dan perdagangan.
Di bidang transportasi darat, produsen mobil utama Iran, Iran Khodro dan produsen mobil Perancis, Peugeot-Citroen sepakat untuk memulai sebuah perusahaan patungan di Tehran untuk produksi mobil.
Perwakilan Peugeot-Citroen telah berkunjung ke Iran Khodro dan mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan baru, Peugeot-Citroen akan menambah investasi sekitar 500 juta dolar dalam lima tahun ke depan untuk produksi mobil bersama di Iran. (RM)