Menlu Iran Bantah Dukungan Senjata dalam Perang di Ukraina
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Portugal menekankan sikap netral negaranya dalam krisis Ukraina, dengan mengatakan, "Republik Islam Iran tidak memasok senjata apapun untuk digunakan dalam perang Ukraina,".
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Portugal Joao Gomez Cravinho hari Jumat (14/10/2022) membahas beberapa masalah yang berkaitan dengan hubungan bilateral serta masalah internasional yang menjadi perhatian bersama.
Kedua pihak dalam pembicaraan ini menekankan perluasan hubungan ini sebanyak mungkin, mengacu pada hubungan baik kedua negara selama lebih dari lima abad.
Mengenai perang di Ukraina, Amir Abdollahian mengatakan, "Mempersenjatai salah satu kubu dalam krisis akan memperpanjang perang. Jadi kami belum dan tidak menganggap perang sebagai cara yang benar baik di Ukraina, Afghanistan, Suriah atau Yaman,".
Dalam percakapan telepon ini, Menteri Luar Negeri Iran menjelaskan pembicaraan konstruktif antara Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran, dan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan menekankan kebutuhan untuk mengakhiri tuduhan infaktual IAEA terhadap Iran.
Amir Abdollahian juga menegaskan posisi penting Iran dalam perang melawan terorisme dengan menjelaskan, "Kami adalah negara yang menghadapi kelompok teroris di barat dan timur, seperti Al-Qaeda, Jaish al-Adl dan Daesh, dan dalam beberapa pekan terakhir, kami telah melihat kedatangan senjata dari perbatasan barat dan timur,".
Menteri Luar Negeri Iran juga mengklarifikasi bahwa beberapa negara, dalam pernyataan intervensi mereka yang menganggap kerusuhan dan kegiatan teroris sebagai protes dan dalam praktiknya memprovokasi perusuh dan teroris, bahkan mereka mengeluarkan resolusi atau sanksi terhadap Iran.
Sementara itu, Menlu Portugal dalam pertemuan ini menekankan sejarah panjang hubungan baik kedua negara, dan menyambut baik posisi dan tindakan Republik Islam Iran dalam kelanjutan negosiasi nuklir, terutama interaksi yang lebih luas dengan Badan Energi Atom Internasional.
Cravinho juga menekankan kelanjutan kerja sama Iran untuk mengurangi krisis di Ukraina dan menyatakan simpatinya kepada keluarga semua korban insiden baru-baru ini, termasuk penegak hukum dan pasukan keamanan Republik Islam Iran.(PH)