Iran Garap Rekonstruksi Pembangkit Listrik Suriah
Menteri Energi Iran mengumumkan pembicaraan antara Iran dan Suriah untuk membangun kembali sekitar 5.000 megawatt pembangkit listrik dengan melibatkan para ahli dan peralatan Iran.
Ali Akbar Mehrabian, Menteri Energi Iran dalam wawancara dengan IRIB hari Selasa (1/8/2023) mengungkapkan aktivitas perusahaan Iran di Suriah, dengan mengatakan, "Ada banyak pembangkit listrik di Suriah, sebagian besar tidak dapat menghasilkan listrik saat ini dan perlu perbaikan. Tentunya selain itu pembangunan pembangkit listrik baru di negeri ini juga menjadi agenda,".
Menteri Energi Iran menyatakan bahwa Suriah telah sepenuhnya memenuhi kewajibannya dalam kontrak yang berkaitan dengan listrik, dan negosiasi hari ini dengan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah mengenai perusahaan dan ahli Iran, yang dilakukan dalam dua tahapan
"Satu tahap adalah pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar cair dan kapasitas nominalnya adalah 2.000 megawatt. Tahap lainnya mencakup lebih dari 3.000 megawatt pembangkit listrik dengan bahan bakar gas untuk melanjutkan proses kerja sama," ujar Mehrabian.
"Peralatan Iran akan digunakan dalam rekonstruksi pembangkit listrik ini, dan tenaga kerja Iran dan Suriah juga akan aktif di bidang ini," tegasnya.
Setelah kekalahan teroris Daesh, hubungan antara Suriah dan Iran kini telah berkembang dan beragam, dan menunjukkan prospek yang jelas untuk pengembangan hubungan ini di semua bidang.(PH)