Atlantic Council: Selat Hormuz, Penentu Nasib Perang terhadap Iran
-
Selat Hormuz
Pars Today – Atlantic Council menilai status Selat Hormuz sebagai penentu nasib perang Amerika-Zionis melawan Iran.
Menurut laporan kantor berita Mehr, Atlantic Council dalam sebuah analisis telah menggambarkan empat skenario geopolitik untuk era pasca-perang Iran, yang didasarkan pada dua variabel utama: tingkat komitmen militer Amerika mendatang di Teluk Persia (terbatas atau berkelanjutan) dan sikap Tiongkok (pasif atau aktif).
Lembaga Think tank Amerika ini menegaskan bahwa kelanjutan atau penyelesaian gangguan di Selat Hormuz merupakan variabel penentu ketiga, dan mungkin faktor paling penting dalam membentuk konsekuensi perang ini.
Berdasarkan laporan tersebut, skenario paling mungkin bernama “Erosi Terkelola atas Keunggulan Amerika”, di mana Washington puas dengan tindakan terbatas sementara Beijing hanya menjadi pengamat oportunis ekonomi. Sebaliknya, skenario yang lebih berbahaya “Titik Balik Kekuatan Besar” terjadi ketika Amerika mencari hasil tegas dan Tiongkok mendukung Iran secara material serta intelijen, sehingga secara efektif memaksa Washington menghadapi konfrontasi simultan di dua front: Asia Barat dan Asia-Pasifik.
Atlantic Council memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz akan menyebabkan perpecahan struktural dalam aliansi Amerika, dan kegagalan negosiasi dapat dengan cepat mendorong situasi menuju skenario-skenario yang lebih buruk dari empat kemungkinan tersebut.
Analisis ini menyimpulkan bahwa pertempuran militer telah berhenti, tetapi persaingan kekuatan besar masih berlanjut. (MF)